6.700 Anak di Bandung Belum Pernah Divaksin, Farhan Genjot Sosialisasi Imunisasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan. (Humas Kota Bandung)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan. (Humas Kota Bandung)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Kasus anak zero dose di Jawa Barat masih tinggi. Pemerintah mencatat sekitar 67.000 anak belum menerima imunisasi dasar rutin.

Dari jumlah itu, sekitar 10 persen berada di Bandung. Pemerintah Kota Bandung menemukan sekitar 6.700 anak belum pernah menerima vaksin dasar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah terus memperkuat edukasi imunisasi kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Bandung Intensifkan Sosialisasi

Farhan menilai imunisasi menjadi fondasi penting bagi kesehatan anak. Karena itu, Pemkot Bandung mengajak masyarakat lebih aktif membawa anak ke layanan kesehatan.

“Imunisasi membantu anak tumbuh sehat dan produktif. Semua harus dimulai dari kesehatan,” kata Farhan, Selasa (12/5/2026).

Pemkot Bandung mulai menjalankan sosialisasi sejak September 2025. Petugas turun langsung ke wilayah RW melalui program Siskamling kesehatan.

Farhan juga melibatkan kader Posyandu dan Komisi Perlindungan Anak Daerah. Mereka mendata anak yang belum menerima imunisasi dasar.

Menurut Farhan, pendekatan langsung memudahkan petugas menjangkau keluarga di lingkungan padat penduduk.

Kasus Zero Dose di Jabar Menurun

Wakil Menteri Kesehatan Dante Harbuwono mengatakan angka zero dose di Jawa Barat mulai menurun.

Pada 2024, jumlah kasus sempat mencapai sekitar 122.000 anak. Pemerintah lalu berhasil menekan angka itu sepanjang 2025.

“Kami berharap satu sampai dua tahun ke depan kasus zero dose bisa selesai,” ujar Dante.

Ia meminta orangtua lebih aktif memanfaatkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku itu memuat data lengkap imunisasi anak.

Posyandu Jadi Garda Terdepan

Dante menegaskan Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi anak zero dose. Kader Posyandu dapat memantau bayi baru lahir hingga tingkat RW.

Menurut dia, Indonesia memiliki sekitar 300.000 Posyandu. Jumlah itu menjadi kekuatan besar untuk memperluas edukasi imunisasi.

Pemerintah juga mendorong Kota Bandung menjadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose. Upaya itu dilakukan lewat penguatan layanan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Minggu, 13 September 2026 - 08:30 WIB

Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB