Massa Aliansi Topi Jerami Lempar Ular ke Pendopo Indramayu, Kritik Kebijakan Dinilai Sekadar Simbolis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi pelemparan ular dalam unjuk rasa yang dilakukan massa Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Indramayu viral di media sosial.

Aksi pelemparan ular dalam unjuk rasa yang dilakukan massa Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Indramayu viral di media sosial.

INDRAMAYU, KABAR PAJAJARAN — Aksi unjuk rasa yang digelar massa Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Indramayu pada Kamis (7/5/2026) menjadi sorotan publik setelah video pelemparan ular viral di media sosial.

Massa aksi sengaja melempar beberapa ekor ular sawah sebagai simbol kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Indramayu. Mereka menilai pemerintah daerah belum menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, mengatakan aksi simbolik tersebut muncul karena demonstran tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rakhmat, banyak kebijakan pemerintah yang dinilai hanya bersifat seremonial dan belum menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

“Pelemparan ular ini menjadi simbol kritik kami terhadap kebijakan yang terkesan simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi nyata yang dampaknya bisa dirasakan langsung,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Dalam demonstrasi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan daerah, mulai dari penanganan sampah, pendidikan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Aliansi Topi Jerami menilai angka pengangguran dan kemiskinan di Indramayu masih tinggi sehingga membutuhkan langkah konkret dari pemerintah daerah.

Sampah Menumpuk Jadi Sorotan

Masalah sampah menjadi salah satu isu utama yang disampaikan massa aksi. Demonstran menilai pengelolaan sampah di sejumlah titik di Indramayu masih buruk karena banyak tumpukan sampah tidak segera diangkut.

Rakhmat menyebut warga telah membuang sampah pada tempat yang semestinya, yakni Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun, lambatnya pengangkutan membuat sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, massa juga menyoroti sejumlah program pemerintah daerah yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Mereka menilai klaim keberhasilan program belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami meminta pemerintah membuka secara transparan seluruh kebijakan dan program kerja yang selama ini diklaim berhasil, serta mempertanggungjawabkan capaian yang faktanya belum dirasakan masyarakat,” kata Rakhmat.

Polisi Sebut Aksi Berlangsung Kondusif

Meski sempat diwarnai aksi pelemparan ular, aparat kepolisian memastikan demonstrasi tetap berlangsung aman dan tertib.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan petugas langsung mengamankan ular yang dilempar massa ke area pendopo.

Menurut Tarno, ular tersebut merupakan jenis ular sawah dan tidak berbahaya.

“Petugas gabungan langsung menangkap ular-ular yang dilemparkan massa aksi,” ujarnya.

Selama aksi berlangsung, aparat keamanan juga terus mengimbau peserta demonstrasi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Polisi memastikan massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan tuntutan mereka. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terbaru