Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Sejarah panjang kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda kembali menjadi perhatian publik seiring digelarnya rangkaian peringatan Hari Tatar Sunda yang menampilkan kirab budaya Mahkota Binokasih.
Peneliti sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Nina Herlina, menjelaskan bahwa Tatar Sunda merupakan wilayah luas yang membentang dari Banten, DKI Jakarta, hingga sebagian Jawa Tengah. Wilayah ini menyimpan jejak peradaban panjang dari berbagai kerajaan yang saling berkaitan.
Menurut Nina, salah satu kerajaan tertua yang memiliki bukti sejarah kuat adalah Kerajaan Tarumanagara yang dipimpin Raja Purnawarman. Keberadaan kerajaan ini didukung oleh berbagai prasasti yang ditemukan di wilayah Bogor, Jakarta, hingga Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seiring berakhirnya Tarumanagara pada abad ke-7, muncul Kerajaan Sunda di bawah kepemimpinan Sri Maharaja Tarusbawa. Momen pergantian tersebut terjadi pada 18 Mei 669 Masehi, yang kini dijadikan sebagai dasar penetapan Hari Tatar Sunda.
Baca juga: Kirab Karnaval Binokasih Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Mahkota Diarak 3 Km di Sumedang
Puncak Kejayaan Pajajaran
Kerajaan Sunda mencapai puncak kejayaannya saat dipimpin Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi dengan pusat pemerintahan di Pakuan Pajajaran (Bogor).
Pada masa inilah Mahkota Binokasih digunakan sebagai simbol penobatan raja. Mahkota tersebut dibuat di Kerajaan Galuh dan menjadi lambang legitimasi kekuasaan raja-raja Sunda.
“Mahkota Binokasih bukan sekadar benda, tetapi simbol kesinambungan kekuasaan dan nilai luhur kepemimpinan,” tulis Nina dalam kajiannya.
Warisan Hingga Sumedang
Setelah runtuhnya Kerajaan Sunda pada 1579, Mahkota Binokasih diselamatkan dan diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun dari Kerajaan Sumedanglarang sebagai penerus legitimasi kekuasaan Sunda.
Kini, mahkota tersebut disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun di Kabupaten Sumedang dan menjadi salah satu pusaka penting dalam sejarah Sunda.
Keberadaan Mahkota Binokasih yang diarak dalam kirab budaya Hari Tatar Sunda menjadi simbol pengingat akan kejayaan masa lalu sekaligus ajakan untuk menjaga nilai budaya dan identitas masyarakat Sunda.
Baca juga: Hari Tatar Sunda Perdana Bakal Meriah, Mahkota Binokasih hingga Karnaval Budaya Siap Keliling Jabar
Refleksi Budaya dan Identitas
Nina menegaskan bahwa pemahaman sejarah kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda penting untuk memperkuat jati diri masyarakat Jawa Barat.
Menurutnya, berbagai kerajaan seperti Tarumanagara, Sunda, Galuh, hingga Sumedanglarang memiliki keterkaitan historis yang membentuk peradaban Sunda hingga saat ini.
Momentum Hari Tatar Sunda diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana edukasi sejarah serta penguatan identitas budaya di tengah arus modernisasi.***(BePe)






