SUMEDANG, KABAR PAJAJARAN — Rangkaian Milangkala Tatar Sunda resmi dimulai melalui Karnaval Binokasih yang digelar Sabtu (2/5/2026). Pemerintah daerah bersama berbagai pihak mengawal jalannya hari pertama kegiatan budaya tersebut dengan persiapan matang sejak pagi hingga malam.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, memastikan prosesi awal berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa Keraton Sumedang Larang telah menyerahkan Mahkota Binokasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Sabtu sore.
Menurut Adi, panitia langsung menggelar kirab budaya pada malam hari. Rombongan mengarak Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang menuju Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sejauh kurang lebih tiga kilometer. Sepanjang rute, panitia menghadirkan tarian tradisional, pembacaan sajak, serta berbagai pertunjukan seni khas Sunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia melibatkan sekitar 1.000 personel untuk menyukseskan kirab. Mereka membagi peserta ke dalam 13 kelompok pasukan berkuda. Setiap kelompok memegang peran berbeda, mulai dari pembawa janur, pembawa payung kebesaran, hingga pasukan pengawal kuda.
Gubernur Dedi Mulyadi menunggang kuda bersama sejumlah pejabat daerah untuk mengawal kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih. Di belakang rombongan pejabat, para punggawa Keraton Sumedang Larang tampil mengenakan busana khas tentara kerajaan. Setelah itu, 27 tim kesenian dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut memeriahkan arak-arakan dengan atribut budaya daerah masing-masing.
Panitia mensterilkan jalur kirab sejak sore hari. Mereka menerapkan rekayasa lalu lintas agar masyarakat dapat menyaksikan prosesi dengan aman dan nyaman. Dengan panjang rute sekitar tiga kilometer, rombongan kirab diperkirakan mencapai titik akhir dalam waktu 90 menit.
Adi menegaskan, kegiatan budaya ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi masyarakat tentang nilai sejarah dan kebudayaan Sunda. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen memperkuat pembangunan manusia melalui pelestarian budaya.
“Kami berharap masyarakat bisa memetik nilai penting dari kirab budaya Karnaval Binokasih ini,” ujarnya. ***(Chq)






