18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Pemprov Jabar Ingin Bangkitkan Jati Diri Budaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana jumpa media penetapan Hari Tatar Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda untuk memperkuat identitas budaya. Foto: Humas Jabar

Suasana jumpa media penetapan Hari Tatar Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda untuk memperkuat identitas budaya. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan tanggal 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.

Penetapan tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan jati diri, sejarah, dan karakter budaya masyarakat Sunda di Jawa Barat.

Peneliti sejarah sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Nina Herlina, menjelaskan tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa perubahan nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut tercatat dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana dan catatan Dinasti Tang dari Tiongkok.

“Dengan memperhatikan beberapa sumber, dapat disimpulkan bahwa awal berdirinya Kerajaan Sunda merupakan awal lahirnya Tatar Sunda pada 18 Mei 669 Masehi,” ujar Nina saat jumpa media di Gedung Sate, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Filosofi Mahkota Binokasih Terungkap, Simbol Kasih Sayang dan Kearifan Sunda

Fokus pada Penguatan Budaya

Meski merujuk pada sejarah Kerajaan Sunda, Nina menegaskan Hari Tatar Sunda bukan dimaksudkan untuk memperingati berdirinya kerajaan semata.

Menurutnya, peringatan ini lebih diarahkan untuk menghidupkan dan melestarikan budaya Sunda dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Berbeda dengan Hari Jadi Jabar

Dosen Fakultas Hukum Unpad, Hernadi Affandi, mengatakan Hari Tatar Sunda memiliki makna berbeda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap 19 Agustus.

Baca juga: Karnaval Binokasih Digelar Keliling Jabar, KDM Ingin Spirit Kesundaan Bangkit Kembali

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat lebih bersifat administratif kenegaraan, sedangkan Hari Tatar Sunda lebih difokuskan pada penguatan akar budaya dan sejarah,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan Hari Tatar Sunda justru melengkapi identitas Jawa Barat sebagai daerah yang kaya sejarah dan budaya.

Perkuat Identitas Sunda

Pemprov Jabar berharap peringatan Hari Tatar Sunda dapat menjadi sarana memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya Sunda sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap hidup lintas generasi.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun
Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026
Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate
KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak
Viral Ancaman di Media Sosial, Paguyuban Sunda Muda Minta Pengawalan Hukum untuk Dedi Mulyadi
Menkeu Purbaya Puji Dedi Mulyadi, Nilai Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Pesat
Mau Nonton Kirab Budaya di Bandung? Simak Rute, Jam Penutupan Jalan, dan Lokasi Parkirnya

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Senin, 18 Mei 2026 - 23:36 WIB

Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 18:57 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:30 WIB

KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:09 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB