Pemerintah Pastikan Tak Tambah Pajak, Fokus Kejar Kepatuhan dan Perkuat Investasi

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut dirinya berpotensi mengalami nasib serupa dengan Noel., Foto : https://www.instagram.com/menkeuri/

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut dirinya berpotensi mengalami nasib serupa dengan Noel., Foto : https://www.instagram.com/menkeuri/

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menambah jenis pajak baru ataupun menaikkan tarif pajak dalam waktu dekat. Pemerintah memilih menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui investasi serta perbaikan iklim usaha.

Purbaya menekankan arah kebijakan fiskal saat ini tidak bertujuan menambah beban masyarakat. Pemerintah justru memprioritaskan peningkatan kepatuhan wajib pajak serta penutupan berbagai celah kebocoran penerimaan negara.

“Fokus pemerintah sekarang meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” kata Purbaya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsisten Jaga Daya Beli

Purbaya memastikan sikap tersebut konsisten sejak awal: pemerintah tidak akan menaikkan pajak sebelum kondisi ekonomi benar-benar kuat. Ia menilai kebijakan ini penting di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian.

Menurut dia, Indonesia perlu memperkuat mesin pertumbuhan domestik untuk meredam tekanan eksternal. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan koordinasi kebijakan menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi.

“Belanja masyarakat merupakan mesin terbesar pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga konsumsi tetap solid sambil mendorong investasi swasta sebagai penopang pertumbuhan jangka panjang.

Tiga Pilar Ekonomi Dijaga

Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konsumsi, investasi, dan perdagangan. Pemerintah berkomitmen menjaga ketiganya agar tetap tumbuh meski menghadapi gejolak global.

Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan satgas percepatan investasi atau debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan usaha. Satgas tersebut bertugas mempercepat penyelesaian kendala perizinan hingga hambatan operasional di lapangan yang selama ini menahan ekspansi bisnis.

Kepastian Hukum Jadi Kunci

Purbaya, yang sebelumnya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan, juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam menjaga iklim investasi. Pemerintah terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum agar pelaku usaha dapat berinvestasi tanpa hambatan non-ekonomi.

Ia bahkan membuka ruang pelaporan bagi pelaku usaha yang menghadapi kendala investasi. Pemerintah berjanji menindaklanjuti setiap laporan secara cepat.

“Jika ada hambatan dalam bisnis atau investasi, silakan laporkan dan akan segera kami tindaklanjuti bersama penegak hukum,” ujarnya.

Alih-alih menambah pungutan, pemerintah memilih memperkuat fondasi ekonomi melalui reformasi penerimaan negara, penyelesaian hambatan usaha, serta menjaga ruang pertumbuhan sektor swasta tetap terbuka. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru