SNPMB Perketat Pengawasan UTBK 2026 Setelah Temukan Modus Curang Berteknologi Tinggi

Kamis, 23 April 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi UTBK-SNBT Foto: Instagram/UNS Official

Ilustrasi UTBK-SNBT Foto: Instagram/UNS Official

KABAR PAJAJARAN – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) bergerak cepat memperketat pengawasan pelaksanaan UTBK 2026 setelah menemukan berbagai modus kecurangan berbasis teknologi di sejumlah pusat ujian.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan panitia menerima laporan pelanggaran sejak pagi hari pelaksanaan ujian. Ia menegaskan panitia terus meningkatkan pengamanan untuk mencegah praktik serupa terjadi pada sesi berikutnya.

“Sejak pagi kami sudah menerima berbagai laporan upaya kecurangan di beberapa pusat UTBK,” ujar Eduart dalam konferensi pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Curang Semakin Beragam

Panitia mencatat sejumlah temuan mencolok di berbagai perguruan tinggi. Di Universitas Diponegoro, petugas menemukan peserta menggunakan perangkat elektronik tersembunyi di telinga saat pemeriksaan awal. Temuan tersebut menunjukkan pelaku memanfaatkan perangkat mini berteknologi tinggi untuk membantu pengerjaan soal.

Sementara itu, di Universitas Sulawesi Barat, panitia mendeteksi dugaan praktik perjokian dengan pola tidak biasa. Satu orang diduga mengikuti UTBK dalam dua tahun berbeda menggunakan identitas berbeda.

Kasus serupa juga muncul di Universitas Negeri Malang, ketika petugas menemukan indikasi penggunaan identitas palsu oleh peserta ujian. Dugaan pelanggaran turut terdeteksi di Universitas Negeri Surabaya serta Universitas Airlangga.

SNPMB menilai pola kecurangan yang berulang di berbagai lokasi menunjukkan adanya upaya sistematis yang memanfaatkan celah pengawasan.

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh

Menanggapi temuan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan panitia seleksi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem UTBK. Ia menilai penguatan teknologi pengawasan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keadilan seleksi nasional.

Sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan menegaskan negara harus memastikan proses seleksi tetap menjunjung prinsip meritokrasi agar peserta yang jujur tidak dirugikan.

Fokus Perbaikan Sistem

SNPMB menegaskan akan menjadikan seluruh temuan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki desain pengawasan pada pelaksanaan UTBK berikutnya. Panitia menargetkan sistem yang lebih adaptif agar mampu menutup celah kecurangan di masa depan dan menjaga kepercayaan publik terhadap seleksi masuk perguruan tinggi negeri. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya
Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK
Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:04 WIB

Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB