Vokasi Jabar Direvitalisasi, Pemerintah Targetkan Lulusan Siap Kerja dan Ciptakan Peluang Baru

Kamis, 23 April 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator PMK Pratikno bersama Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peluncuran revitalisasi pendidikan vokasi di Bale Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026). Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Foto: Humas Jabar

Menteri Koordinator PMK Pratikno bersama Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peluncuran revitalisasi pendidikan vokasi di Bale Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026). Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merevitalisasi pendidikan vokasi agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja.

Langkah ini ditandai dengan kolaborasi antara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan yang digelar di Bale Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026).

Pratikno menegaskan bahwa revitalisasi dilakukan dengan mengintegrasikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja (BLK), serta dunia industri sebagai penyedia lapangan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, tetapi juga membuka peluang pekerjaan baru,” ujarnya.

Baca juga: HUT ke-448 Sumedang, Wagub Jabar Tekankan Tata Kelola Aman dan Kolaborasi Pembangunan

Sesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Program ini bertujuan mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru, baik di sektor teknologi maupun berbasis potensi lokal dan budaya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena meningkatnya pengangguran terdidik yang dinilai cukup ironis di tengah besarnya potensi ekonomi daerah.

Ia mencontohkan sejumlah sektor tradisional yang masih memiliki permintaan tinggi, namun kekurangan tenaga kerja, seperti pengrajin anyaman bambu, industri makanan tradisional, hingga sektor perkebunan seperti teh dan kopi.

“Jumlah pemetik teh dan kopi semakin menurun, padahal komoditas ini bernilai tinggi. Artinya, peluang kerja itu sebenarnya ada, tinggal bagaimana kita mengembangkan vokasi yang sesuai dengan kearifan lokal,” katanya.

Baca juga: Gedung Sate–Monju Ditata Ulang, PKL hingga Parkir Liar Jadi Fokus Penertiban

Pariwisata Jadi Fokus

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pihaknya bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi telah menyusun 438 skema pendidikan vokasi dari 34 bidang pariwisata.

Menurutnya, skema tersebut menjadi dasar penting untuk memastikan setiap profesi di sektor pariwisata memiliki standar kompetensi yang jelas dan diakui secara nasional.

“Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang akan menjalankan pendidikan vokasi di bidang pariwisata,” ujarnya.

Baca juga: KDM Targetkan Bandung Kembali Berwibawa, Pemprov dan Pemkot Perkuat Kolaborasi Benahi Kota

Kolaborasi Jadi Kunci

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB