BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mempercepat langkah Pemerintah Kota untuk mengangkat kawasan Jalan Asia Afrika menjadi warisan dunia. Ia memimpin langsung proses pengajuan kawasan bersejarah tersebut ke UNESCO dan menargetkan status kandidat dapat diraih dalam empat tahun ke depan.
Farhan menegaskan Pemkot Bandung tidak akan membiarkan kawasan bersejarah itu kehilangan aktivitas. Ia memerintahkan seluruh perangkat daerah menyusun agenda kegiatan sepanjang tahun. Ia memastikan kawasan tetap hidup, ramai, dan menarik perhatian dunia.
Ia menyiapkan rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung dari April hingga Juli. Pemkot Bandung menggandeng komunitas, pelaku budaya, pelajar, dan masyarakat umum. Pemerintah kota menggelar festival, pameran, pertunjukan seni, serta forum diskusi internasional di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Farhan menilai aktivitas berkelanjutan akan memperkuat identitas Bandung sebagai kota sejarah dunia. Ia mendorong setiap program menghadirkan pengalaman sejarah bagi pengunjung. Ia ingin setiap wisatawan merasakan atmosfer diplomasi global yang pernah lahir dari kota ini.
Farhan tidak hanya menghadirkan kegiatan, tetapi juga menggerakkan penataan infrastruktur secara menyeluruh. Pemkot Bandung memperbaiki kualitas jalan, memperluas trotoar ramah disabilitas, dan menata ulang ruang publik. Pemerintah kota juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki di seluruh kawasan.
Ia mendorong revitalisasi gedung-gedung bersejarah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah kota menyusun rencana pemanfaatan bangunan sebagai ruang kreatif, galeri, pusat budaya, hingga destinasi wisata edukasi. Pemkot Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri kreatif.
Farhan menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada fisik kawasan. Ia mengajak pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda untuk ikut menghidupkan kawasan. Ia mendorong lahirnya ide kreatif, kegiatan inovatif, serta kolaborasi lintas sektor.
Melalui langkah tersebut, Farhan menargetkan Jalan Asia Afrika menjadi ruang publik kelas dunia yang aktif, inklusif, dan berdaya saing global. Ia optimistis upaya ini akan memperkuat posisi Bandung sebagai kota sejarah yang terus bergerak maju. ***(Chq)
















