Pemkab Majalengka Percepat Revitalisasi 323 Sekolah, Tunggu Persetujuan Pusat

Rabu, 15 April 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pendidikan terus mempercepat pembenahan infrastruktur dan sarana pendidikan di seluruh wilayah

Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pendidikan terus mempercepat pembenahan infrastruktur dan sarana pendidikan di seluruh wilayah

MAJALENGKA, KABAR PAJAJARANPemerintah Kabupaten Majalengka mempercepat langkah perbaikan infrastruktur pendidikan dengan mengusulkan revitalisasi ratusan sekolah ke pemerintah pusat. Program ini dijalankan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka sebagai respons atas perhatian masyarakat terhadap kondisi bangunan sekolah di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, menegaskan bahwa pemetaan kondisi sekolah sudah dilakukan sejak jauh hari. Hasilnya, sebanyak 323 sekolah resmi diusulkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk masuk program revitalisasi nasional.

“Usulan ini mencakup 39 satuan PAUD, 221 SD, dan 63 SMP. Kami bergerak secara menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu sekolah saja,” ujar Umar, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia memastikan pemerintah daerah tidak hanya menunggu keputusan pusat. Tahun ini, Pemkab Majalengka langsung mengalokasikan anggaran daerah untuk memperbaiki 22 sekolah melalui APBD, terdiri dari 17 bangunan SD dan 5 SMP.

Menurut Umar, perhatian publik terhadap kondisi SDN 2 Gandabesi menjadi pengingat bahwa masih banyak sekolah lain dengan kondisi serupa. Karena itu, pemerintah memilih pendekatan kolektif agar penanganan bisa merata.

Di sisi lain, ia menegaskan keterbatasan penggunaan Dana BOS untuk renovasi fisik. Aturan nasional hanya memperbolehkan maksimal 20 persen dana BOS digunakan untuk pemeliharaan sarana prasarana, sehingga tidak cukup untuk perbaikan berat.

“Dana BOS diprioritaskan untuk operasional belajar mengajar. Revitalisasi bangunan harus melalui proses pengusulan anggaran yang ketat dan berjenjang,” jelasnya.

Proses realisasi pembangunan fisik kini menunggu tahapan lanjutan, mulai dari sinkronisasi data Dapodik, verifikasi lapangan, hingga penetapan anggaran di tingkat kementerian. Pemerintah daerah memastikan pengawalan terus dilakukan agar perbaikan sekolah segera terealisasi dan mendukung kenyamanan siswa dalam kegiatan belajar. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB