KABAR PAJAJARAN – Kapsul Orion milik NASA menutup perjalanan panjangnya di ruang angkasa dengan pendaratan mulus di Samudra Pasifik, Jumat (10/4/2026) malam waktu setempat. Laporan BBC menyebutkan kapsul tersebut mendarat di lepas pantai San Diego setelah menempuh jarak 694.481 mil atau sekitar 1,1 juta kilometer.
Kapsul Orion menghantam permukaan laut dengan kecepatan sekitar 20 mil per jam sebelum akhirnya mengapung stabil. Pembawa acara siaran langsung NASA, Rob Navias, menyebut pendaratan ini sebagai splashdown yang “sempurna dan tepat sasaran” bagi kapsul dan empat astronot di dalamnya, seperti dikutip Aerospace America.
Benturan Keras Meski Terlihat Lambat
Meski terdengar rendah, kecepatan 20 mil per jam menghasilkan benturan kuat saat kapsul menyentuh air. Para astronot menggambarkan permukaan laut terasa seperti dinding padat ketika kapsul menghantamnya. Setelah tumbukan awal, kapsul mulai mengapung dan terombang-ambing mengikuti gelombang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat awak misi langsung merasakan perubahan besar. Tubuh mereka harus kembali beradaptasi dengan gravitasi Bumi setelah sekitar 10 hari berada dalam kondisi mikrogravitasi.

Proses Stabilisasi dan Evakuasi Ketat
Setelah splashdown, sistem otomatis mengembangkan lima kantung udara berwarna oranye di dasar kapsul untuk menjaga posisi tetap tegak. Tim penyelam Angkatan Laut kemudian mendekat dan memastikan area aman sebelum membuka palka.
Protokol keselamatan dijalankan secara ketat karena kapsul masih panas akibat gesekan atmosfer dan berpotensi melepaskan gas. Proses evakuasi ini merupakan hasil bertahun-tahun pengujian serta latihan pemulihan pada misi sebelumnya.
Para astronot tidak langsung keluar dari kapsul. Tim penyelam lebih dulu memeriksa kondisi udara dan air di sekitar wahana sebelum membuka pintu.
Astronot Jalani Pemeriksaan Medis
Setelah evakuasi, NASA mengevakuasi empat awak—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen—ke kapal pendarat amfibi untuk pemeriksaan medis awal.
Selanjutnya, NASA akan memulangkan mereka ke Johnson Space Center di Houston guna menjalani pemulihan dan evaluasi lanjutan.
Catatan Sejarah Artemis II
Misi ini resmi diluncurkan pada 1 April 2026 dan mencatat sejumlah pencapaian penting. Para astronot menjadi manusia pertama sejak 1972 yang menyaksikan sisi jauh Bulan dan fenomena “Earthrise” dengan mata telanjang. Mereka juga memecahkan rekor penerbangan manusia terjauh dari Bumi dengan jarak 406.771 kilometer.
Victor Glover menyebut pengalaman tersebut luar biasa. Ia mengaku membawa pulang banyak foto, cerita, dan pengalaman yang belum sepenuhnya ia cerna.
Keberhasilan Artemis II menjadi langkah besar menuju target NASA mengembalikan manusia ke permukaan Bulan pada 2028, yang akan diikuti misi tahunan dan rencana pembangunan pangkalan Bulan permanen. ***(Ant)
Sumber Berita: BBC, AEROSPACE AMERICA





