Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Dampak Siklon Narelle

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Narelle pada Rabu (25/3/2026). (BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Narelle pada Rabu (25/3/2026). (BMKG)

Kabar Pajajaran – Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia terus menguat. Meski bergerak menjauhi Indonesia, sistem ini tetap memicu dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah timur Tanah Air. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.

Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Narelle berasal dari Bibit Siklon Tropis 96P yang berkembang menjadi siklon tropis pada 17 Maret 2026. Selanjutnya, sistem tersebut masuk wilayah pemantauan TCWC Jakarta sejak 21 Maret 2026.

Posisi Terbaru Siklon

Berdasarkan analisis pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat pusat siklon berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, sekitar 760 kilometer barat daya Pulau Sabu. Saat ini, siklon bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 20 km/jam sehingga semakin menjauh dari Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecepatan angin maksimum mencapai 85 km/jam dengan tekanan udara minimum sekitar 985 hPa. Namun demikian, dalam 24 jam ke depan kekuatan siklon diperkirakan meningkat hingga kategori tiga. Bahkan, kecepatan angin maksimum berpotensi mencapai 140 km/jam dengan tekanan udara minimum sekitar 961 hPa.

Dampak Tidak Langsung ke Indonesia

Walaupun pusat siklon menjauh, BMKG menegaskan dampaknya masih terasa hingga 26 Maret 2026. Karena itu, sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat:

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Selatan

Selain hujan dan angin, aktivitas laut juga menghadapi risiko peningkatan gelombang.

Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di:

  • Laut Arafura bagian barat
  • Laut Sawu
  • Perairan selatan Jawa Timur hingga NTT
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan Bali

Adapun gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTB dan NTT. Oleh sebab itu, pelaku aktivitas laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Siaga

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terbaru. Selain itu, warga disarankan menghindari pesisir terbuka dan segera mencari tempat aman jika cuaca berubah mendadak.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem secara lebih dini.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru