Silaturahmi dengan HMI dan KAHMI, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Identitas Bangsa

Senin, 9 Maret 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar HMI dan KAHMI se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya memperkuat identitas bangsa dan budaya daerah dalam pembangunan. Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar HMI dan KAHMI se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya memperkuat identitas bangsa dan budaya daerah dalam pembangunan. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama Ketua Komisi II DPR RI, mitra kerja Komisi II DPR RI, serta keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat malam (6/3/2026).

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan pentingnya memperkuat jati diri dan identitas bangsa Indonesia, termasuk identitas budaya daerah seperti kesundaan di Jawa Barat.

“Berbicara Indonesia itu harus bicara identitas. Tidak bisa kita bicara Indonesia tanpa identitas. Sudah lama Indonesia ini kehilangan identitas,” ujar Dedi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: TPST Bantargebang Kembali Makan Korban, 4 Orang Tewas Tertimbun Sampah

Menurutnya, upaya menguatkan identitas budaya daerah tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Justru, menurut KDM, nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan selaras dengan universalitas ajaran Islam.

Ia menilai selama ini masih ada sebagian masyarakat yang memandang penguatan identitas budaya, seperti kesundaan, sebagai sesuatu yang dekat dengan kemusyrikan.

“Paradigma itu berlangsung lama hingga mulai menghilangkan identitas dan jati diri. Padahal ketika kita masuk dalam wilayah kebudayaan kesundaan, justru di situlah saya juga masuk ke wilayah universalitas keislaman,” katanya.

KDM juga menekankan pentingnya identitas budaya tercermin dalam kebijakan pembangunan daerah. Salah satunya melalui konsep pembangunan yang memperhatikan karakter lingkungan dan budaya setempat.

Ia mencontohkan desain bangunan pemerintahan yang seharusnya menyesuaikan dengan kondisi geografis dan budaya setiap daerah.

Baca juga: Tol Japek II Disiapkan Jadi Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026, Ini Skema Pengalihan Arusnya

“Semua gedung kantor pemerintahan jangan dibuat sama bentuknya. Kultur setiap daerah pasti berbeda. Desain pembangunan di Kota Bandung yang relatif dingin tentu berbeda dengan di Cirebon, dan Cirebon juga berbeda dengan Bogor,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga menegaskan bahwa pemerintahan yang bernafaskan nilai-nilai Islam adalah pemerintahan yang mengutamakan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Saya memimpin Jawa Barat dengan kondisi keuangan sekitar Rp26 triliun. Tapi kita bisa membebaskan pendidikan SMA gratis, membangun jalan hingga pelosok, membangun rumah bagi rakyat miskin, serta menyiapkan generasi muda untuk kuliah di bidang teknologi agar lahir engineer baru,” kata Dedi.

Ia menambahkan bahwa prinsip efisiensi dalam pemerintahan juga menjadi salah satu kunci agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Modus Relasi BGN, Penjualan Titik SPPG Bodong Rugikan Korban Miliaran Rupiah
Polda Jabar Selidiki Konten “Teror Pocong” Viral yang Resahkan Warga
Dedi Mulyadi Larang Praktik Titipan dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung
Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Berprestasi di Level Internasional
Jelang Idul Adha, Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah di Enam Daerah
KDM Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Juara Super League 2025/2026
Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Bogor, Tersangka Tewas Usai Kecelakaan di Tol
Prakiraan Cuaca Bandung dan Jawa Barat Hari Ini, 25 Mei 2026: Hujan Guyur Siang hingga Malam

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:05 WIB

Modus Relasi BGN, Penjualan Titik SPPG Bodong Rugikan Korban Miliaran Rupiah

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:00 WIB

Polda Jabar Selidiki Konten “Teror Pocong” Viral yang Resahkan Warga

Senin, 25 Mei 2026 - 20:03 WIB

Dedi Mulyadi Larang Praktik Titipan dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung

Senin, 25 Mei 2026 - 19:44 WIB

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Berprestasi di Level Internasional

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jelang Idul Adha, Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah di Enam Daerah

Berita Terbaru

Sebuah pabrik bahan sol sepatu di kawasan Cibolerang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, terbakar pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 12.12 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung langsung mengerahkan 11 unit kendaraan untuk mengendalikan api. (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Bandung Raya

Pabrik Sol Sepatu di Bandung Terbakar, 11 Unit Damkar Dikerahkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:34 WIB