Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Peta dukungan terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat menunjukkan kontras yang sangat tajam antar wilayah. Berdasarkan rilis data terbaru Indikator pada periode 30 Januari – 8 Februari 2026, terdapat jurang perbedaan yang besar antara daerah yang sangat mengapresiasi kinerja sang Wagub dengan daerah yang justru memberikan kritik pedas.
Kuningan Jadi Basis Terkuat, Kota Sukabumi Paling Kecewa Wilayah Kuningan tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepuasan tertinggi terhadap kinerja Wakil Gubernur, yakni mencapai 86,3%. Selain Kuningan, apresiasi tinggi juga datang dari warga Garut (75,6%), Pangandaran (75,5%), dan Kota Bekasi (75,2%).
Baca juga: Waduh! Berbeda dari Gubernur, Kelompok Ini Ternyata Paling Tidak Puas dengan Kinerja Wagub Jabar!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi sebaliknya terjadi di Kota Sukabumi. Wilayah ini memberikan “rapor merah” dengan tingkat ketidakpuasan yang sangat tinggi mencapai 77,7%, sementara warga yang menyatakan puas hanya sebesar 14,3%. Penolakan serupa juga terlihat di Kota Cirebon, di mana angka ketidakpuasan menyentuh 64,5%.
Fenomena “Tidak Tahu” yang Masif di Beberapa Daerah Selain angka kepuasan dan ketidakpuasan, data ini mengungkap fakta unik di mana banyak warga di wilayah tertentu yang mengaku tidak tahu atau tidak memberikan jawaban (TT/TJ) terkait kinerja sang Wakil Gubernur.
Di Kota Tasikmalaya, sebanyak 77,2% warga memilih tidak menjawab, meninggalkan angka kepuasan hanya di level 13,2%. Hal serupa terjadi di Kabupaten Cirebon, di mana angka TT/TJ mencapai 70,9%, menunjukkan tantangan popularitas atau sosialisasi program kerja yang belum merata di wilayah tersebut.
Rapor di Wilayah Ibu Kota dan Sekitarnya Untuk wilayah Kota Bandung, tingkat kepuasan berada pada angka 62,6% dengan tingkat ketidakpuasan 22,0%. Sedangkan di wilayah administratif Bandung (Kabupaten), angka kepuasan tercatat sebesar 52,3% dengan ketidakpuasan di angka 30,3%.
Secara keseluruhan, meskipun di beberapa kabupaten/kota mendapatkan dukungan yang solid, Wakil Gubernur Jawa Barat memiliki pekerjaan rumah besar untuk merangkul wilayah-wilayah yang memberikan tingkat ketidakpuasan tinggi atau wilayah yang masyarakatnya masih belum mengenal kinerjanya dengan baik.***(Radit)






