Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Sebuah fenomena menarik terekam dalam data terbaru mengenai persepsi publik terhadap kepemimpinan di Jawa Barat. Berdasarkan hasil survei Indikator yang dilakukan pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur menunjukkan angka yang sangat dominan di hampir seluruh lapisan masyarakat.
Dominasi Gen Z dan Pelajar Salah satu temuan yang paling mencolok adalah tingginya tingkat kepuasan di kalangan pemilih muda. Kelompok Gen Z (1997-2012) mencatatkan angka kepuasan hingga 98,1%, tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Angka ini selaras dengan profil pekerjaan, di mana kelompok yang masih sekolah atau kuliah menunjukkan tingkat kepuasan mutlak sebesar 100%.
Analisis Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan dan Agama Meskipun secara keseluruhan angka kepuasan berada di atas 80%, terdapat gradasi menarik jika dilihat dari tingkat pendidikan. Masyarakat dengan latar belakang pendidikan SLTA menjadi yang paling puas dengan angka 98,7%, sementara kelompok lulusan perguruan tinggi (Kuliah) cenderung lebih kritis dengan tingkat kepuasan di angka 88,7%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Setahun KDM Pimpin Jabar, 95,5% Warga Puas! Tapi Ada Satu Catatan Penting dari Survei Terbaru
Dari sisi keagamaan, Gubernur Jawa Barat berhasil merangkul basis massa organisasi Islam besar. Warga yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan kepuasan sebesar 97,2%, sedangkan warga Muhammadiyah berada di angka 85,8%. Kelompok ormas Islam lainnya menunjukkan angka kepuasan terendah di segmen ini, yaitu 79,9%, meski tetap tergolong tinggi secara umum.
Solid di Perdesaan maupun Perkotaan Data ini juga menepis adanya ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. Tingkat kepuasan di wilayah perkotaan (95,7%) dan perdesaan (94,9%) terpaut sangat tipis, menandakan bahwa kebijakan pemerintah provinsi dirasakan cukup merata oleh warga di berbagai wilayah geografis.
Etnis dan Pendapatan Berdasarkan etnisitas, warga Cirebon (97,9%) dan Jawa (97,4%) memberikan apresiasi yang sangat tinggi, bahkan melampaui etnis Sunda yang berada di angka 95,2%. Dari sisi ekonomi, masyarakat dengan pendapatan menengah (2 hingga < 4 juta) menjadi kelompok yang paling mengapresiasi kinerja Gubernur dengan angka 96,3%.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan posisi politik Gubernur yang sangat kuat di awal tahun 2026, dengan dukungan lintas demografi yang solid di Jawa Barat.***(Radit)
















