KENDAL, KP – Kopdes Merah Putih Desa Kediten, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berdiri di lereng Gunung Prau dengan ketinggian sekitar 1.385 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ketua Kopdes Merah Putih Desa Kediten, Nur Rohman, mengatakan pemerintah desa sejak awal menyiapkan kawasan tersebut untuk mendukung pengembangan ekonomi dan potensi wisata desa.
Lokasi koperasi memang terlihat cukup jauh dari permukiman warga. Namun, Nur Rohman menyebut jaraknya hanya sekitar 150 meter dari kawasan permukiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kopdes Merah Putih Desa Kediten juga mendapat sorotan setelah muncul informasi mengenai kekurangan pembayaran material senilai Rp130.300.500.
Ketua Kopdes Jelaskan Selisih Rp130 Juta
Nur Rohman menjelaskan munculnya angka Rp130,3 juta dari selisih total biaya pembangunan dan dana yang sudah diserahkan.
Pembangunan koperasi menghabiskan anggaran sekitar Rp1.050.300.500. Sementara itu, Koramil telah menyerahkan dana sebesar Rp920 juta.
Perbedaan kedua angka tersebut mencapai Rp130.300.500.
Nur Rohman mengatakan pihaknya sebelumnya belum mendapat kepastian mengenai proses pembayaran material. Kondisi itu kemudian memunculkan anggapan bahwa koperasi masih memiliki kekurangan pembayaran.
Setelah informasi tersebut muncul dalam pemberitaan, pihak Kodim mengajak Nur Rohman membahas persoalan pembayaran.
Dalam pertemuan itu, mereka mengecek nota pembelian material dan menghitung kembali biaya pembangunan.
“Iya, saya serahkan notanya berapa kan gitu. Ya nanti setelah berapa hari baru dikasih. Dihitung dulu, dicek dulu,” kata Nur Rohman kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026).
Nur Rohman mengatakan pihak terkait juga mendatangi toko material untuk menyelesaikan pembayaran.
“Sementara kesepakatan kemarin sambil cek nota-nota yang masih belum itu. Terus kemarin juga sudah datangi toko material, segera diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Nur Rohman, proses tersebut masih berjalan sambil menunggu pengecekan seluruh nota.
Kopdes Kediten Disiapkan untuk Pengembangan Desa
Nur Rohman mengatakan pemerintah Desa Kediten sejak lama menyiapkan kawasan tersebut untuk pengembangan desa.
Pemerintah desa juga berencana memindahkan kantor desa dan BUMDes ke sekitar kawasan Kopdes Merah Putih.
Kawasan itu memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Pengelola menggunakan sekitar 1.000 meter persegi untuk kawasan Kopdes, sedangkan bangunan koperasi menempati area sekitar 600 meter persegi.
Nur Rohman memastikan lahan tersebut tidak masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Lahan itu enggak pernah ditanamin. Jadi semak-semak. Kalau di tempat saya memang enggak ada LP2B,” ungkapnya.
Ada Rencana Camping Ground dan Kafe
Pengelola juga menyiapkan kawasan Kopdes untuk mendukung potensi ekonomi dan pariwisata Desa Kediten.
Salah satu rencana pengembangan kawasan tersebut mencakup pembangunan camping ground.
Pengelola juga akan menyiapkan minimarket sesuai program pemerintah. Selain itu, mereka merencanakan pembangunan kafe di sekitar kawasan Kopdes.
Kawasan tersebut juga akan menampung hasil bumi dari petani setempat. Dengan konsep itu, pengelola berharap Kopdes dapat membantu pemasaran produk pertanian masyarakat.
Akses dari kawasan Kopdes menuju jalan kabupaten berjarak sekitar satu kilometer. Warga juga hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai pusat kecamatan.
Pengelola Masih Menunggu Aturan Operasional
Meski sudah memiliki sejumlah rencana, Nur Rohman mengaku belum mengetahui secara detail mekanisme operasional Kopdes Merah Putih.
Pengelola masih menunggu arahan resmi mengenai sistem kerja koperasi.
Mereka juga belum menyiapkan karyawan dan manajer toko karena pemerintah belum memberikan petunjuk mengenai kebutuhan tenaga kerja.
“Belum tahu, Pak. Kita belum tahu. Kita pun belum menyiapkan karena belum ada perintah, belum ada aturan yang resmi datang ke kami,” kata Nur Rohman.
Ia mengatakan pengelola masih menunggu arahan mengenai pola operasional Kopdes Merah Putih.
“Kita masih menunggu perintah dari koperasi seperti apa,” tuturnya.
Ke depan, pengelola berharap Kopdes Merah Putih Desa Kediten tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi. Kawasan tersebut juga dapat mendukung pengembangan pertanian, usaha masyarakat, dan pariwisata di lereng Gunung Prau.***
Sumber Berita: Tribun Jateng



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

