Karhutla Kalimantan Makin Pekat, Tiga Helikopter Jepang Siap Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/08). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/08). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

KABAR PAJAJARAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebaran polutan akibat karhutla masih cukup pekat di sejumlah wilayah Kalimantan.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BNPB pada Selasa (8/9/2026) menunjukkan Kalimantan menjadi wilayah dengan sebaran polutan paling luas dan pekat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kondisi tersebut masih terlihat dalam pemantauan terbaru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaran polutan yang kami peroleh dari BMKG hari ini, 8 September 2026, kita lihat bahwa titik pekat masih berada di Kalimantan yang luas,” kata Berton di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Asap Karhutla Menyebar ke Sejumlah Wilayah

BNPB mencatat asap dan polutan akibat karhutla berada di beberapa wilayah Kalimantan. Daerah yang terdampak antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Sebaran asap juga mencapai sejumlah wilayah di Sumatera dan Papua.

BNPB memperkirakan kondisi tersebut belum berubah secara signifikan dalam waktu dekat. Pemantauan BMKG juga menunjukkan pola sebaran polutan yang relatif sama pada hari berikutnya.

“Untuk besok hari juga kita lihat hal yang sama juga terjadi, bahwa sebaran polutan ada di provinsi-provinsi ini,” ujar Berton.

Kondisi tersebut membuat pemerintah terus memperkuat upaya penanganan karhutla, termasuk melalui dukungan dari negara lain.

Jepang Kerahkan Tiga Helikopter Chinook

Pemerintah Jepang mulai memberikan bantuan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Kalimantan.

Kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter Chinook CH-47 Jepang telah tiba di perairan Kalimantan Barat pada Rabu (9/9/2026).

Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Rico Sirait mengatakan kapal tersebut selanjutnya akan merapat di Pelabuhan Kijing, Mempawah.

“Kapal induk Jepang, hari ini, sudah sampai di perairan, sore ini, di perairan Kalimantan Barat,” kata Rico di Kantor Kemenhan, Jakarta.

Kapal tersebut dijadwalkan merapat di Pelabuhan Kijing pada Kamis (10/9/2026). Setelah itu, petugas akan menurunkan tiga helikopter CH-47 dan menempatkannya di Bandara Supadio.

Pemerintah memperkirakan ketiga helikopter tersebut mulai menjalankan operasi penanggulangan bencana pada 11 atau 12 September 2026.

“Nanti harapannya tanggal 11 atau 12 baru mulai melaksanakan operasi penanggulangan bencana, kaitannya dengan Karhutla,” ujar Rico.

Indonesia Tetap Pegang Kendali Operasi

Kementerian Pertahanan memastikan Indonesia tetap memegang kendali dalam operasi penanganan karhutla meski Jepang memberikan dukungan berupa aset dan personel.

Sekretaris Jenderal Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan personel Jepang akan membantu mengoperasikan helikopter sekaligus memperkuat kemampuan penanganan bencana.

“Jadi, kami perlu tegaskan bahwa Indonesia tetap memegang kendali dalam penanganan Karhutla,” kata Tri Budi dalam konferensi pers.

Pemerintah akan mengintegrasikan operasi helikopter Jepang dengan mekanisme penanganan bencana yang sudah berjalan di Indonesia.

Pontianak menjadi pangkalan utama atau home base bagi operasional tiga helikopter tersebut.

Sementara itu, Terminal Pelabuhan Kijing akan menjadi lokasi kedatangan JS Kunisaki. Tim pendahulu Jepang juga telah meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung.

Jepang mengerahkan sekitar 180 personel dalam misi tersebut. Personel itu terdiri atas kru tiga helikopter dan unsur pendukung lainnya.

Ketiga helikopter dibawa menggunakan JS Kunisaki bersama sekitar 150 awak kapal.

Satwa Liar Ikut Jadi Perhatian

Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak karhutla terhadap masyarakat dan satwa liar juga mendapat perhatian.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mempercepat penanganan karhutla sekaligus memperhatikan keselamatan satwa liar.

Raja menyebut Presiden memiliki perhatian khusus terhadap satwa liar, termasuk gajah dan orangutan.

“Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya,” kata Raja.

Menurut Raja, Presiden meminta pemerintah segera memadamkan karhutla dan menangani dampaknya terhadap manusia maupun satwa.

Pemerintah juga menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak asap. Upaya tersebut mencakup kesiapan fasilitas kesehatan dan penggunaan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

Pemerintah Siapkan Rescue Satwa Terdampak Karhutla

Selain pemadaman, pemerintah menjalankan upaya penyelamatan terhadap satwa liar yang terdampak kebakaran.

Raja menilai langkah rescue menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karhutla. Petugas harus bergerak ketika kebakaran mengancam habitat dan keselamatan satwa.

“Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergensi untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali,” ujarnya.

Dengan kondisi asap yang masih pekat di sejumlah wilayah Kalimantan, pemerintah terus memperkuat operasi pemadaman dan penanganan dampak karhutla.

Bantuan tiga helikopter Chinook dari Jepang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasi udara dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Program RBI Wajib Masuk Anggaran Pemda 2027, Mendagri Tito: yang Tidak Ada Akan Kami Kembalikan
Hari Kelima, 8 Orang Hilang di Sekitar Anak Krakatau Belum Ditemukan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Senin, 14 September 2026 - 17:00 WIB

Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB