Dentuman Misterius Terdengar di Banten hingga Bandung, Diduga Berkaitan dengan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dentuman Suara

Ilustrasi Dentuman Suara

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Suara dentuman dan gemuruh mengejutkan warga di sejumlah wilayah Banten hingga Jawa Barat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Sejumlah warga mengaku mendengar dentuman dengan suara cukup kuat. Getaran dentuman bahkan membuat kaca jendela dan pintu rumah bergetar.

Warga Bandung juga merasakan dentuman tersebut. Mereka mendengar suara gemuruh secara berulang hingga sekitar pukul 05.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga Bandung mengaku merasakan getaran cukup kuat di rumahnya. Ia menyebut dentuman tersebut membuat bagian rumah ikut bergetar.

“Efeknya lumayan parah sampai bikin kaca jendela dan pintu bergetar,” tulis warga tersebut melalui media sosial X.

Kemunculan laporan dari berbagai daerah membuat warga bertanya-tanya mengenai sumber dentuman tersebut.

PVMBG Kaitkan Dentuman dengan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerima laporan suara dentuman dari sejumlah wilayah Banten dan Jawa Barat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Banten, juga mendengar suara dentuman tersebut.

Kepala PVMBG Rita Susilowati mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau kemungkinan berkaitan dengan kemunculan suara dentuman di sejumlah daerah.

“Untuk di wilayah lain di Jawa Barat memang dilaporkan juga terdengar dan diduga berhubungan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terjadi di waktu yang sama,” kata Rita saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

Rita menjelaskan bahwa PVMBG menerima laporan serupa dari sejumlah lokasi lain. Namun, petugas belum memastikan sumber suara di setiap daerah.

“Di tempat lain kami hanya mendapat laporan, dan diduga berkaitan dengan aktivitas GAK (Gunung Anak Krakatau),” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung api tersebut.

Pengamatan CCTV Lava93 pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB menunjukkan semburan erupsi berwarna merah menyala. Semburan tersebut terus berlangsung saat petugas melakukan pengamatan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memicu sejumlah potensi bahaya. PVMBG mengingatkan masyarakat mengenai ancaman aliran lava dan lontaran batu pijar.

Masyarakat juga perlu mewaspadai awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

PVMBG Larang Warga Masuk Radius 3 Kilometer

PVMBG meminta masyarakat menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Larangan tersebut juga berlaku bagi pengunjung, wisatawan, dan pendaki yang ingin mendekati kawasan gunung api.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang. Warga tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa sambil mengikuti arahan BPBD setempat.

PVMBG juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut penting untuk mencegah warga mengikuti informasi yang belum terverifikasi.

Cara Memantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG dan Badan Geologi.

Warga dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung melalui nomor (022) 7272606.

Masyarakat juga dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Krakatau di Pasauran melalui nomor (0254) 651449 atau 085846324506.

Selain itu, masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs dan aplikasi resmi PVMBG serta Magma Indonesia.

Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Program RBI Wajib Masuk Anggaran Pemda 2027, Mendagri Tito: yang Tidak Ada Akan Kami Kembalikan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Senin, 14 September 2026 - 17:00 WIB

Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB