JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Pengurus yayasan pendidikan menemukan 995 airsoft gun dan satu senjata api di sebuah gudang sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan itu muncul setelah yayasan mengambil alih pengelolaan sekolah dari pengurus sebelumnya.
Pengacara yayasan, Hermawanto, mengatakan konflik kepengurusan menjadi awal munculnya persoalan tersebut. Konflik itu melibatkan IWD yang menjabat sebagai ketua pengurus yayasan sejak 2011.
Menurut Hermawanto, yayasan memberhentikan IWD dan istrinya pada 18 April 2026. Setelah itu, keduanya tidak lagi mendapat akses ke lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat. Dan sekarang pengurus baru, makanya kami tidak tahu apa-apa,” kata Hermawanto saat ditemui di sekolah, Jumat (6/8/2026).
Yayasan Buka Ruangan dan Temukan 995 Airsoft Gun
Yayasan kemudian membuka sebuah ruangan yang sebelumnya IWD gunakan untuk menyimpan barang. Pengurus ingin memakai ruangan tersebut untuk kebutuhan siswa.
Saat membuka ruangan pada 10 Juli 2026, pengurus justru melihat ratusan airsoft gun dalam berbagai jenis.
“Ketika kami buka ruangan itu, kami menemukan barang terlarang,” ujar Hermawanto.
Yayasan langsung menghubungi polisi dan menyerahkan temuan tersebut kepada aparat. Polisi kemudian menggeledah ruangan hingga keesokan harinya.
Pada hari itu, polisi juga membuat laporan model A untuk memulai proses penyelidikan.
Empat hari kemudian, yayasan membuat laporan sendiri dan kembali menyerahkan barang temuan kepada polisi.
Yayasan Nilai Polisi Lambat Mengusut Kasus
Hampir sebulan setelah penemuan 995 airsoft gun, pihak yayasan mengaku belum menerima perkembangan penyelidikan yang signifikan.
Yayasan kemudian meminta polisi memeriksa ruangan kerja yang sebelumnya IWD gunakan. Dalam ruangan tersebut, pengurus kembali melihat sejumlah barang lain.
Mereka menemukan senjata laras panjang, airsoft gun, narkotika yang diduga sabu dan ganja, serta 25 keping VCD porno.
Hermawanto menilai polisi belum bergerak cepat untuk meminta keterangan IWD. Padahal, pihak yayasan menduga IWD mengetahui asal-usul ratusan airsoft gun tersebut.
“Lamban sekali. Bahkan bayangkan ruangan yang masih tertutup pakai segel, pakai police line itu pun aparat tidak pernah menyentuh apa pun kecuali kami yang meminta,” ucapnya.
Polisi Jelaskan Alasan Penyelidikan Berjalan Lama
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo membantah anggapan bahwa polisi mengabaikan kasus tersebut.
Joko menjelaskan polisi sudah membuat laporan model A saat menemukan barang-barang tersebut. Namun, yayasan kemudian membuat laporan baru pada 15 Juli 2026.
Menurut Joko, laporan kedua membuat penyidik harus menyesuaikan kembali proses penyelidikan.
“Artinya yang awalnya kita sudah mau melangkah dasar laporan A, kemudian pelapor menghendaki dengan dasar laporan yang dibuat tanggal 15,” kata Joko di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat.
Joko mengatakan polisi akan memanggil IWD dalam waktu dekat. Penyidik ingin meminta penjelasan langsung mengenai kepemilikan 995 airsoft gun.
Polisi juga akan menanyakan temuan narkotika dan VCD porno yang muncul dari pemeriksaan ruangan tersebut.
Pengacara IWD Klaim 995 Airsoft Gun Punya Izin
Pengacara IWD, Alhadid Endar Putra, memberikan penjelasan berbeda. Ia menyatakan kliennya memiliki dokumen legalitas untuk ratusan airsoft gun tersebut.
Alhadid mengklaim Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri telah mengeluarkan izin untuk airsoft gun itu.
Ia juga mengaku sudah menunjukkan dokumen tersebut kepada petugas Polres Jakarta Selatan.
Alhadid menyatakan pihaknya siap memberikan dokumen kepemilikan kepada penyidik jika polisi memintanya.
Selain itu, ia juga mempersilakan polisi melakukan pemeriksaan urine terhadap IWD untuk membuktikan dugaan penggunaan narkotika.
“Masalah narkoba itu buktikan saja. Kalau mau dites urine, kami tes urine siap, mau diapakan siap,” kata Alhadid.
Polisi Dalami Asal-usul 995 Airsoft Gun
Polisi kini mendalami asal-usul dan kepemilikan 995 airsoft gun yang tersimpan di lingkungan sekolah tersebut.
Penyidik juga memeriksa temuan satu senjata api, senjata laras panjang, narkotika yang diduga sabu dan ganja, serta 25 keping VCD porno.
Keterangan IWD akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi perlu mencocokkan keterangan seluruh pihak dengan barang bukti dan dokumen legalitas airsoft gun.
Selain itu, polisi perlu memastikan status hukum setiap barang yang ditemukan di dalam ruangan.
Dalam video penggeledahan yang beredar, seseorang terlihat memegang dua linting yang diduga ganja tanpa sarung tangan. Petugas juga melihat satu klip kecil berisi benda yang diduga ganja di dalam sachet obat batuk berwarna putih.
Polisi masih memeriksa seluruh temuan tersebut untuk memastikan jenis barang, pemilik, serta kaitannya dengan perkara 995 airsoft gun di sekolah swasta Jakarta Selatan. ***(Chq)






