KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (17/7/2026). Meski musim kemarau semakin mendominasi, dinamika atmosfer masih memicu pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
BMKG menerbitkan peringatan dini cuaca untuk periode 16–18 Juli 2026. Dalam peringatan tersebut, BMKG menetapkan sejumlah provinsi pada status Waspada. Sementara itu, lembaga tersebut belum menemukan wilayah yang memenuhi kriteria Siaga maupun Awas karena belum ada indikasi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
BMKG Catat 11 Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Papua
Masyarakat di wilayah tersebut perlu mengantisipasi genangan air, banjir lokal, serta penurunan jarak pandang ketika hujan turun.
Jawa Barat Masuk Daftar Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Selain hujan, BMKG juga memprediksi angin kencang berpotensi melanda beberapa daerah, yaitu:
- Jawa Barat
- Lampung
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, merusak bangunan ringan, serta mengganggu perjalanan darat maupun laut. Karena itu, masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Musim Kemarau Semakin Meluas
BMKG mencatat musim kemarau terus meluas di Indonesia. Hingga dasarian pertama Juli 2026, sebanyak 432 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
Memasuki dasarian kedua Juli 2026, BMKG memperkirakan sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian. Sebanyak 8,52 persen wilayah berpeluang menerima curah hujan kategori menengah, sedangkan 0,03 persen wilayah berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi.
Curah hujan rendah diperkirakan mendominasi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga sebagian Papua.
Gelombang Atmosfer Masih Memicu Hujan Lokal
BMKG menjelaskan, beberapa fenomena atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Gelombang Kelvin bergerak ke arah timur dan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara. Pada saat yang sama, Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatra bagian tengah hingga selatan, serta Sulawesi bagian tengah dan selatan.
Kedua fenomena tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan lokal, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki puncak musim kemarau.
BMKG Minta Masyarakat Terus Memantau Prakiraan Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun pohon tumbang juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun disertai angin kencang.
Meski kemarau kini mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, hujan lokal masih dapat muncul akibat pengaruh dinamika atmosfer. Oleh sebab itu, masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca agar tetap aman dan nyaman. ***(Ant)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

