KABAR PAJAJARAN– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang yang berpeluang terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026. Meski musim kemarau mulai meluas, sejumlah fenomena atmosfer masih memicu pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
BMKG mencatat lima provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara itu, enam provinsi lainnya berpeluang menghadapi angin kencang.
Fenomena Atmosfer Masih Picu Pertumbuhan Awan Hujan
BMKG menjelaskan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) masih berlangsung dan berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator. Interaksi kedua fenomena tersebut memperkuat pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kondisi atmosfer regional juga ikut mendukung munculnya hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
BMKG menilai kombinasi berbagai fenomena atmosfer itu masih mampu meningkatkan peluang hujan meski sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau.
Siklon Tropis Bavi Masih Berpengaruh
BMKG juga terus memantau pergerakan Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina, sebelah utara Papua Barat. Saat ini, siklon tersebut bergerak ke arah barat laut sehingga posisinya semakin jauh dari wilayah Indonesia.
Meski tidak melintasi Indonesia, Bavi tetap memengaruhi kondisi atmosfer. Siklon itu memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mempercepat pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Selain itu, Bavi juga membentuk low level jet di sepanjang Samudra Pasifik bagian utara hingga timur Filipina. Kondisi tersebut meningkatkan kecepatan angin di kawasan sekitarnya.
BMKG menegaskan keberadaan MJO, Gelombang Rossby Ekuator, dan pengaruh Siklon Tropis Bavi masih meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Lima Provinsi Berpotensi Mengalami Hujan Lebat
BMKG mencantumkan lima provinsi yang berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat pada Minggu, 12 Juli 2026, yaitu:
- Kepulauan Riau
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
Warga di daerah tersebut sebaiknya menyiapkan langkah antisipasi sebelum beraktivitas di luar rumah.
Enam Provinsi Berpeluang Menghadapi Angin Kencang
Selain hujan lebat, BMKG juga mencatat potensi angin kencang di enam provinsi berikut:
- Aceh
- Bali
- Kepulauan Bangka Belitung
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Angin kencang berisiko mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan darat, pelayaran, dan penerbangan.
BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi dapat memicu genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga menurunkan jarak pandang di jalan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh ketika hujan disertai petir. Masyarakat sebaiknya menunda aktivitas di ruang terbuka sampai cuaca kembali aman.
Pantau Informasi Cuaca Resmi BMKG
BMKG mengajak masyarakat memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.
Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini selalu tersedia melalui situs resmi serta akun media sosial BMKG. ***(Ant)





