Gempa M5,5 Guncang Selat Sunda, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa Bumi (Canva)

Ilustrasi Gempa Bumi (Canva)

KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (8/7/2026) dini hari. Hasil analisis lembaga tersebut memastikan gempa tidak memicu potensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan aktivitas subduksi lempeng memicu gempa tersebut. Analisis yang dilakukan timnya menunjukkan sumber gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dengan kedalaman 43 kilometer.

“Hasil pemodelan kami menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Wijayanto, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lembaga tersebut menetapkan episentrum gempa pada koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan dan 105,04 derajat Bujur Timur. Titik gempa berada di laut, sekitar 62 kilometer barat daya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Getaran Mencapai Bogor

Tim BMKG menyusun peta guncangan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan masyarakat. Hasilnya menunjukkan gempa mengguncang Kecamatan Sumur dan sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang dengan intensitas IV MMI.

Getaran juga mencapai Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan intensitas III MMI.

Pada intensitas IV MMI, banyak warga merasakan guncangan di dalam rumah. Guncangan turut membuat pintu dan jendela berderik, dinding berbunyi, serta berpotensi memecahkan gerabah.

Sementara itu, intensitas III MMI menggambarkan getaran yang terasa seperti sebuah truk besar melintas di dekat bangunan.

Belum Ada Gempa Susulan

Hingga pukul 03.05 WIB, sistem pemantauan BMKG belum menemukan aktivitas gempa susulan di sekitar lokasi kejadian.

Petugas terus mengawasi aktivitas seismik di wilayah Selat Sunda untuk mengantisipasi perubahan kondisi.

Warga Diminta Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki sumber resmi.

Selain itu, warga diminta memeriksa kondisi rumah atau bangunan sebelum kembali beraktivitas. Masyarakat sebaiknya tidak memasuki bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan hingga petugas memastikan bangunan tersebut aman.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta mematuhi arahan pemerintah daerah apabila situasi berkembang. ***

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Antara

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada
Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi Batu Bara dan TPPU
Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus
Siapa Febrie Adriansyah? Ini Tugas dan Wewenang Jampidsus Kejagung
Kemenhaj Ajukan Skema Baru Haji 2027, Jemaah Cukup Bayar Rp42,8 Juta
Polisi Sita Uang, Valas, dan Emas Ratusan Miliar dari Penggeledahan 12 Lokasi Kasus Dugaan Korupsi
Rupiah Menguat ke Rp17.983 per Dollar AS, IHSG Ikut Naik pada Awal Perdagangan
Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman, Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:18 WIB

Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi Batu Bara dan TPPU

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:58 WIB

Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:00 WIB

Siapa Febrie Adriansyah? Ini Tugas dan Wewenang Jampidsus Kejagung

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:00 WIB

Kemenhaj Ajukan Skema Baru Haji 2027, Jemaah Cukup Bayar Rp42,8 Juta

Berita Terbaru