Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman, Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut dirinya berpotensi mengalami nasib serupa dengan Noel., Foto : https://www.instagram.com/menkeuri/

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut dirinya berpotensi mengalami nasib serupa dengan Noel., Foto : https://www.instagram.com/menkeuri/

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Pemerintah terus menjaga disiplin fiskal dengan menahan defisit APBN di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kondisi fiskal Indonesia. Ia menegaskan pemerintah mengelola APBN secara transparan dan BPK secara rutin mengaudit laporan keuangan negara.

Dalam podcast di kanal Denny Sumargo, Purbaya mengatakan pemerintah berhasil menjaga defisit APBN di bawah ketentuan yang berlaku. Tahun lalu pemerintah mencatat defisit sebesar 2,81 persen terhadap PDB dan tahun ini angkanya diperkirakan tetap berada di bawah 2,9 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Pertahankan Rasio Utang

Selain mengendalikan defisit, pemerintah juga menjaga rasio utang pada level yang terkendali. Purbaya menyebut rasio utang Indonesia saat ini berada di kisaran 40 persen terhadap PDB.

Ia menilai angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan banyak negara. Amerika Serikat mencatat rasio utang di atas 100 persen terhadap PDB, Jepang sekitar 275 persen, Jerman sekitar 60 persen, Singapura sekitar 175 persen, Thailand mendekati 70 persen, dan Malaysia sekitar 60 persen.

Menurut Purbaya, perbandingan itu menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang fiskal yang kuat dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara.

Purbaya Ingatkan Prabowo

Purbaya mengungkapkan dirinya pernah menyarankan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah tidak melampaui batas defisit APBN sebesar 3 persen.

Ia menjelaskan, Presiden sempat mempertimbangkan kemungkinan menaikkan defisit. Namun, Purbaya langsung menyampaikan keberatannya karena langkah tersebut berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan.

Menurutnya, pelaku pasar akan merespons negatif apabila pemerintah melampaui batas defisit ketika kondisi ekonomi belum sepenuhnya kuat.

Defisit Turun Secara Bertahap

Purbaya mengatakan Presiden Prabowo kemudian memahami penjelasan tersebut. Dalam pembahasan berikutnya, Presiden bahkan mengusulkan agar pemerintah menekan defisit hingga mendekati nol.

Meski demikian, Purbaya kembali memberikan masukan. Ia menilai pemerintah belum perlu mengejar defisit nol dalam waktu singkat karena perekonomian nasional masih memerlukan dukungan belanja negara.

Ia menyarankan pemerintah menurunkan defisit secara bertahap agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan dunia usaha dapat menyesuaikan diri dengan baik.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Fiskal

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menyeimbangkan disiplin fiskal dengan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah harus mengendalikan defisit, menjaga rasio utang tetap sehat, dan menjalankan kebijakan fiskal yang mampu memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok
Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya
Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli 2026, Pertamina Pangkas Harga LPG Nonsubsidi
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya
Matahari Tepat di Atas Mekkah, BMKG Ajak Masyarakat Kalibrasi Arah Kiblat 15-17 Juli 2026

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:26 WIB

Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya

Berita Terbaru