Kementan Dorong MBG Serap Telur Peternak Lokal, Upaya Angkat Harga di Tingkat Kandang

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR PAJAJARAN– Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons anjloknya harga telur ayam ras yang merugikan peternak di berbagai daerah. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Kepala BGN pada 8 Mei 2026. Dalam surat tersebut, Kementan mengusulkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pembelian telur dari peternak lokal.

Menurut Agung, langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga telur sekaligus membantu peternak yang menghadapi tekanan akibat harga jual yang jatuh di bawah biaya produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG,” ujar Agung dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).

BGN Terbitkan Edaran untuk SPPG

Agung menjelaskan, BGN merespons usulan tersebut dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026. Melalui surat edaran itu, BGN meminta seluruh SPPG menyerap telur dari peternak lokal sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Kementan berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan permintaan pasar terhadap telur ayam ras sehingga harga di tingkat peternak kembali membaik.

Pemerintah Fokus Serap Produksi dari Sentra Telur

Persoalan anjloknya harga telur juga menjadi perhatian pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang berlangsung di Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah telah meminta BGN menyerap produksi telur dari daerah-daerah sentra peternakan yang mengalami penurunan harga cukup tajam.

Selain itu, pemerintah membuka peluang penggunaan telur ayam ras dan daging sebagai komponen bantuan pangan ketika harga kedua komoditas tersebut mengalami penurunan signifikan di tingkat produsen.

Menurut Budi, kebijakan tersebut menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi peternak dari kerugian yang lebih besar.

“Beberapa daerah, terutama di Jawa Timur seperti Blitar, mengalami penurunan harga telur yang cukup dalam,” katanya.

Produksi Meningkat, Serapan Pasar Melambat

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi menjelaskan beberapa faktor memicu anjloknya harga telur dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyebut produksi telur meningkat di sejumlah sentra peternakan ayam petelur. Di sisi lain, permintaan pasar melambat selama periode libur panjang pada Mei 2026 sehingga pasokan menumpuk di tingkat peternak.

Kondisi tersebut membuat harga telur tertekan dalam waktu singkat. Namun, Suwandi melihat tren perbaikan mulai muncul seiring normalnya aktivitas perdagangan, meningkatnya serapan pasar, dan membaiknya distribusi produk ke berbagai daerah.

Peternak Blitar Sempat Bagikan Sejuta Butir Telur

Sebelumnya, ratusan peternak ayam petelur di Blitar melakukan aksi protes dengan membagikan sekitar satu juta butir telur secara gratis kepada masyarakat.

Peternak dari Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek menggelar aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap harga telur yang terus merosot hingga berada di bawah harga pokok produksi.

Mereka mengaku biaya produksi terus meningkat, terutama akibat kenaikan harga bahan baku pakan yang sebagian masih bergantung pada impor.

Salah seorang peternak, Suryono, mengatakan komponen bahan baku impor menyumbang sekitar 35 persen dari pakan konsentrat. Dalam beberapa waktu terakhir, harga sejumlah bahan baku impor bahkan melonjak hingga dua kali lipat.

Kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan menutup biaya operasional meski produksi telur tetap berjalan normal. Karena itu, mereka berharap langkah pemerintah melalui program MBG dapat meningkatkan penyerapan telur sekaligus mengembalikan harga ke level yang menguntungkan peternak.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru