Prabowo Tiba-Tiba Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ada Apa?

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi nasional saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Menurutnya, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir. Namun, ia menilai bangsa ini perlu mengevaluasi apakah seluruh masyarakat sudah menikmati hasil pembangunan tersebut.

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa melihat kondisi nasional secara terbuka dan objektif. Ia menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan pembangunan.

“Ekonomi Indonesia tumbuh selama beberapa dasawarsa terakhir. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?” kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo Ajak Bangsa Menilai Hasil Pembangunan

Prabowo menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan dalam setiap proses pembangunan. Karena itu, ia meminta semua pihak menilai secara jujur sejauh mana hasil pembangunan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan manfaatnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa semangat Pancasila menuntut hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengarahkan kebijakan pembangunan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Melimpah

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak komoditas strategis yang menopang kebutuhan industri global dan perkembangan teknologi modern.

Prabowo menyebut Indonesia menjadi salah satu produsen utama berbagai mineral penting seperti tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, serta nikel. Selain itu, Indonesia juga menghasilkan batu bara, kelapa sawit, dan berbagai komoditas pertanian unggulan.

Menurut Prabowo, posisi strategis tersebut memberi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kekayaan Alam Harus Mendorong Kemakmuran Rakyat

Meski memiliki sumber daya yang melimpah, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah dalam mengelola kekayaan tersebut. Ia menilai negara perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam agar masyarakat merasakan manfaat yang lebih besar.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berperan sebagai penghasil komoditas mentah. Sebaliknya, Indonesia harus meningkatkan nilai tambah dan memperkuat manfaat ekonomi bagi rakyat.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk menjaga dan mengelola kekayaan nasional secara bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas.

Singgung Keberhasilan Swasembada Pangan

Selain membahas ekonomi dan sumber daya alam, Prabowo juga menyinggung capaian Indonesia di sektor pangan. Ia menyatakan Indonesia kini berada dalam kondisi yang lebih siap menghadapi tantangan pangan global.

Menurutnya, sejumlah negara masih berjuang menghadapi persoalan ketahanan pangan. Sementara itu, Indonesia berhasil memperkuat ketersediaan pangan nasional melalui berbagai program yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, Prabowo kembali menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang memperkuat pemerataan ekonomi, mengoptimalkan kekayaan alam, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi
Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan
Purbaya Jadwalkan Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran MBG

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:20 WIB

BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terbaru