Masyarakat Adat Papua Titip Pesan Pelestarian Hutan kepada Dedi Mulyadi Lewat Replika Rumah Pohon Korowai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Replika rumah pohon Korowai yang diserahkan masyarakat adat Papua kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai simbol penghormatan sekaligus pesan pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Foto: koranpapua.id

Replika rumah pohon Korowai yang diserahkan masyarakat adat Papua kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai simbol penghormatan sekaligus pesan pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Foto: koranpapua.id

Jayapura, Kabar Pajajaran – Sebuah replika rumah pohon Korowai menjadi simbol pesan penting yang dibawa masyarakat adat Papua kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Replika tersebut diserahkan oleh perwakilan masyarakat Papua dari Kabupaten Boven Digoel usai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua.

Bagi masyarakat Korowai, rumah pohon bukan sekadar tempat tinggal. Ia menjadi simbol hubungan yang erat antara manusia dan alam yang diwariskan turun-temurun. Melalui replika tersebut, masyarakat adat menitipkan harapan agar para pemimpin Indonesia terus menjaga kelestarian hutan dan menghormati kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada ekosistem alam.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Franky, mengatakan masyarakat adat Korowai memandang hutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka,” ujarnya.

Menurut Franky, masyarakat adat berharap perhatian terhadap Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian hutan sebagai ruang hidup masyarakat setempat. Ia menyebut masyarakat Korowai mendoakan agar lahir pemimpin yang amanah dan mampu menjaga kekayaan alam yang diwariskan Tuhan.

Dalam forum APS, Dedi Mulyadi menilai pembangunan Papua perlu bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal atau etnosains yang telah hidup di tengah masyarakat adat selama ratusan tahun. Ia menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat Papua tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang tradisional semata, melainkan sebagai bentuk ilmu pengetahuan yang berkembang sesuai kondisi alam dan lingkungan mereka.

Salah satu contoh yang disorot Dedi adalah rumah pohon Korowai yang menurutnya merupakan hasil pengetahuan tingkat tinggi dalam beradaptasi dengan alam.

“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem,” kata Dedi.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran kemajuan Papua tidak bisa disamakan dengan wilayah yang berkembang melalui industrialisasi. Kekayaan hutan, sungai, dan laut yang dimiliki Papua telah membentuk pola kehidupan masyarakat yang berbeda dan perlu dihargai dalam setiap kebijakan pembangunan.

Konferensi APS sendiri menilai pendekatan pembangunan yang menghormati budaya dan kearifan lokal seperti yang diterapkan di Jawa Barat dapat menjadi salah satu inspirasi dalam mempercepat pembangunan di berbagai wilayah adat Papua.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi
Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan
Purbaya Jadwalkan Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran MBG

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:20 WIB

BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terbaru