Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Skema Masih Dikaji

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Ilustrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

KABAR PAJAJARAN – Pemerintah belum menjalankan program insentif kendaraan listrik yang sebelumnya dijadwalkan mulai pada Juni 2026. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih menghitung sejumlah skema sebelum meluncurkan program tersebut.

“Ada perhitungan yang masih dihitung,” kata Purbaya.

Pada awal Mei 2026, pemerintah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik. Kuota itu mencakup 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik. Pemerintah juga membuka peluang penambahan kuota apabila permintaan pasar meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Incar Pertumbuhan Konsumsi

Purbaya menjelaskan pemerintah menyusun insentif kendaraan listrik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Pemerintah ingin meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Mobil Listrik Dapat Diskon PPN

Pemerintah menyiapkan potongan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian mobil listrik.

Pemerintah menentukan besaran diskon pajak berdasarkan kandungan nikel dalam baterai kendaraan. Mobil listrik dengan kandungan lokal dan material nikel lebih tinggi akan memperoleh insentif lebih besar.

Potongan PPN tersebut berkisar antara 40 persen hingga 100 persen.

Pemerintah Beri Subsidi Motor Listrik

Selain mobil listrik, pemerintah juga menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap pembelian motor listrik baru.

Pemerintah berharap bantuan tersebut bisa meningkatkan minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik roda dua.

Industri Otomotif Tunggu Kepastian

Produsen otomotif dan pelaku industri kendaraan listrik kini menunggu kepastian jadwal pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap insentif pemerintah mampu meningkatkan penjualan kendaraan listrik di pasar domestik.

Sampai saat ini, pemerintah belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran insentif kendaraan listrik tahun 2026. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru