Kurs Dolar AS di Bank Besar Masih Tinggi, Rupiah Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN —Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di sejumlah bank besar nasional masih bertahan di level tinggi pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut mendorong kenaikan kurs jual di perbankan.

Data e-Rate per 22 Mei 2026 menunjukkan sejumlah bank nasional masih mematok kurs dolar AS di atas Rp 17.700.

Kurs Dolar di Bank Nasional

Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp 17.703 dan kurs jual Rp 17.723. Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematok kurs beli Rp 17.653 dan kurs jual Rp 17.680.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui layanan special rate, Bank Mandiri memasang kurs beli Rp 17.690 dan kurs jual Rp 17.720. Adapun Bank Negara Indonesia (BNI) membanderol kurs beli Rp 17.695 dan kurs jual Rp 17.725.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Rupiah Kembali Melemah

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke posisi Rp 17.677 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.667 per dolar AS.

Pelaku pasar terus mencermati perkembangan sentimen domestik dan global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Ketidakpastian Kebijakan Pengaruhi Pasar

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan ketidakpastian kebijakan domestik ikut menekan pergerakan rupiah.

Menurut Josua, investor masih menunggu arah kebijakan pemerintah, terutama terkait rencana tata kelola ekspor.

“Rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS karena ketidakpastian kebijakan domestik,” kata Josua, Jumat (22/5/2026).

Selain itu, investor mulai menyesuaikan portofolio menjelang pengumuman indeks MSCI pada Juni mendatang. Situasi tersebut membuat sebagian pelaku pasar memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Data Ekonomi AS Perkuat Dolar

Dari pasar global, data ekonomi Amerika Serikat ikut memperkuat dolar AS. Penurunan klaim pengangguran awal di AS meningkatkan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi negara tersebut.

Situasi itu juga memperkuat perkiraan pasar bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati saat menentukan kebijakan penurunan suku bunga acuan.

Kombinasi sentimen domestik dan eksternal membuat tekanan terhadap rupiah masih berlanjut hingga akhir pekan perdagangan. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Program RBI Wajib Masuk Anggaran Pemda 2027, Mendagri Tito: yang Tidak Ada Akan Kami Kembalikan
Hari Kelima, 8 Orang Hilang di Sekitar Anak Krakatau Belum Ditemukan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Senin, 14 September 2026 - 17:00 WIB

Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB