Kabupaten Garut, Kabar Pajajaran – Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda akhirnya mampir di Kabupaten Garut setelah tingginya antusiasme masyarakat terhadap rangkaian kirab budaya yang sebelumnya digelar di Sumedang, Ciamis, dan Tasikmalaya.
Kirab bertajuk Sancang Lugay itu digelar Selasa malam (5/5/2026), dimulai dari kawasan Korem 062 Tarumanagara dan berakhir di Gedung Bale Dewa Niskala.
Ribuan warga tampak memadati sepanjang Jalan Bratayuda hingga Jalan Ahmad Yani yang menjadi jalur kirab sepanjang sekitar 1,7 kilometer. Banyak warga bahkan ikut berjalan kaki mengikuti iring-iringan hingga titik akhir acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Irjen Pipit Rismanto Resmi Jabat Kapolda Jabar, Kapolri Lakukan Rotasi Pati Polri
Dedi Mulyadi memimpin langsung kirab dengan menunggangi kuda putih bernama Victoria, kuda asal Parongpong, Lembang, yang kini berusia 13 tahun.
Di belakangnya, Kereta Kencana Ki Jaga Rasa yang membawa Mahkota Binokasih ditarik oleh empat ekor kuda putih. Arak-arakan kemudian dilanjutkan dua kereta kencana lainnya, yakni Kereta Kencana Nyimas Melati dan Kereta Kencana Ki Jaka Sunda.
Iring-iringan juga diikuti kuda tunggang Bupati dan Wakil Bupati Garut yang menambah semarak suasana kirab budaya malam itu.
Baca juga: Sejarawan Paparkan Jejak Kerajaan Tatar Sunda di Tengah Kirab Mahkota Binokasih
Pertunjukan Seni 27 Kabupaten/Kota
Setibanya di Bale Dewa Niskala sekitar pukul 20.00 WIB, Dedi Mulyadi bersama masyarakat menyaksikan pertunjukan seni dari perwakilan sanggar budaya 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Salah satu atraksi yang menyita perhatian penonton berasal dari Kabupaten Bandung Barat. Menanggapi atraksi tersebut, Dedi menegaskan bahwa kemampuan para seniman berasal dari latihan dan teknik, bukan unsur mistis.
“Tidak ada magic dalam pagelaran seni, tidak sakit dicambuk bukan karena magic tetapi karena latihan dan teknik yang dipelajari,” ujar KDM.
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Tatar Sunda yang bertujuan memperkuat identitas budaya, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di daerah yang dilalui.
Setelah Garut, rangkaian kirab berlanjut ke Kabupaten Cianjur pada Rabu malam (6/5/2026).***(Nalika)






