Gaji Honorer Tertahan Aturan, KDM Siap Temui Menteri PAN-RB Cari Solusi

Kamis, 23 April 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pemprov Jabar tengah mencari solusi bersama Kementerian PAN-RB agar gaji honorer dapat segera dibayarkan. Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pemprov Jabar tengah mencari solusi bersama Kementerian PAN-RB agar gaji honorer dapat segera dibayarkan. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan anggaran untuk pembayaran gaji guru honorer di Jawa Barat sebenarnya telah tersedia. Namun, pencairannya masih terkendala aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi di Bale Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026). Ia menyebut, secara anggaran tidak ada masalah, tetapi pemerintah daerah harus berhati-hati agar tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

“Uangnya ada, sudah teralokasikan, tetapi ada edaran Menteri PAN-RB yang menyatakan kita tidak boleh membayarkan gaji pegawai honorer. Kalau dibayarkan, bisa dianggap penyimpangan keuangan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Vokasi Jabar Direvitalisasi, Pemerintah Targetkan Lulusan Siap Kerja dan Ciptakan Peluang Baru

Ribuan Honorer Belum Digaji

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sebanyak 3.823 tenaga honorer—baik guru maupun tenaga administratif—belum menerima gaji untuk periode Maret dan April 2026.

Kondisi ini terjadi karena adanya kebijakan pemerintah pusat yang tidak lagi memperkenankan pengangkatan tenaga honorer setelah proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tenaga Honorer Masih Dibutuhkan

KDM menegaskan bahwa keberadaan tenaga honorer masih sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah, tidak hanya guru, tetapi juga tenaga administrasi hingga petugas kebersihan.

Menurutnya, jika tidak segera dicarikan solusi, kondisi ini dapat berdampak pada operasional sekolah dan kualitas layanan pendidikan.

Baca juga: HUT ke-448 Sumedang, Wagub Jabar Tekankan Tata Kelola Aman dan Kolaborasi Pembangunan

Segera Temui Menteri PAN-RB

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Dedi Mulyadi berencana segera menemui Menteri PAN-RB guna mencari solusi yang tidak melanggar aturan namun tetap menjamin hak para tenaga honorer.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi ribuan tenaga honorer yang hingga kini masih menunggu pembayaran gaji mereka.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut
TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru
Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur
Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya
Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan
KDM dan Kemhan Siapkan BIJB Kertajati Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan
2.300 Lowongan Kerja Dibuka di Subang, KDM Ajak Warga Daftar Lewat Nyari Gawe
KDM Minta Pers Jaga Independensi dan Berpihak pada Fakta

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:36 WIB

TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KDM dan Kemhan Siapkan BIJB Kertajati Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan

Berita Terbaru