Evaluasi Layanan Pajak, Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung

Rabu, 8 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan kerja dari rumah setiap Kamis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memberikan hasil positif. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, ukuran kinerja aparatur sipil negara tak lagi semata kehadiran di kantor, melainkan capaian nyata pembangunan. (Humas Jabar)

Kebijakan kerja dari rumah setiap Kamis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memberikan hasil positif. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, ukuran kinerja aparatur sipil negara tak lagi semata kehadiran di kantor, melainkan capaian nyata pembangunan. (Humas Jabar)

Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung setelah menemukan praktik pelayanan pajak kendaraan yang tidak sesuai aturan terbaru. Kebijakan ini langsung memicu perhatian publik karena menyangkut kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Bandung.

Langkah Tegas Usai Temuan Lapangan

Dedi mengambil keputusan tersebut setelah menerima laporan dan hasil investigasi yang menunjukkan masih adanya petugas yang mewajibkan wajib pajak membawa KTP pemilik pertama kendaraan. Padahal, Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA yang berlaku sejak 6 April 2026 telah menghapus syarat tersebut.

Ia menegaskan, warga kini cukup membawa STNK dan KTP penguasa kendaraan saat ini untuk membayar pajak tahunan. Menurut Dedi, kebijakan ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan menghapus hambatan administratif yang selama ini membebani masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan Internal Segera Dilakukan

Pemprov Jawa Barat langsung menginstruksikan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan mencari penyebab kebijakan belum berjalan efektif di lapangan sekaligus memastikan pelayanan publik kembali sesuai aturan.

Dedi menyebut, laporan masyarakat menjadi kunci dalam menemukan masalah tersebut. Ia menilai partisipasi warga penting untuk mengawal perubahan layanan agar benar-benar terasa manfaatnya.

Solusi untuk Pemilik Kendaraan Bekas

Penghapusan syarat KTP pemilik pertama hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik pemilik kendaraan bekas. Banyak warga sebelumnya kesulitan membayar pajak karena tidak memiliki akses ke identitas pemilik lama.

Kondisi itu kerap memicu praktik pungutan liar atau biaya tambahan tidak resmi. Dengan aturan baru, pemerintah ingin memastikan proses pembayaran pajak menjadi lebih sederhana, transparan, dan ramah masyarakat.

Dampak Positif ke Penerimaan Pajak

Meski ditemukan kendala di satu titik layanan, kebijakan ini disebut mulai berdampak pada peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat. Antusiasme warga dinilai meningkat seiring kemudahan prosedur yang diterapkan.

Pemerintah berharap lonjakan penerimaan pajak dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan hingga penataan drainase dan trotoar.

Langkah tegas Dedi Mulyadi sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Jawa Barat tidak akan mentoleransi pelayanan publik yang menghambat masyarakat. Pemerintah menargetkan reformasi layanan Samsat berjalan konsisten di seluruh wilayah provinsi. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri
Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah
Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Darurat Sampah Mengintai Bandung, Babakan Ciparay dan Gedebage Jadi Sorotan
10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:00 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri

Senin, 27 Juli 2026 - 10:52 WIB

Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

Darurat Sampah Mengintai Bandung, Babakan Ciparay dan Gedebage Jadi Sorotan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Berita Terbaru