Era Kantor 5 Hari Berakhir? Pemerintah Segera Umumkan Kebijakan WFH

Senin, 30 Maret 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta mulai memasuki tahap akhir. (Dok RRI)

Rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta mulai memasuki tahap akhir. (Dok RRI)

Jakarta, Kabar Pajajaran – Rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta mulai memasuki tahap akhir. Pemerintah pusat memastikan pengumuman resmi akan disampaikan dalam waktu dekat, sekaligus membuka babak baru pola kerja pascapandemi.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebut pemerintah daerah akan segera menerima arahan lanjutan setelah kebijakan diumumkan. Artinya, bukan hanya kementerian dan lembaga pusat yang harus bersiap, tetapi juga pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota.

Langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan WFH bukan sekadar perubahan teknis kerja, melainkan transformasi tata kelola birokrasi secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemda Mulai Menghitung Dampak Layanan Publik

Jika kebijakan WFH benar diterapkan rutin setiap minggu, tantangan terbesar berada di lini pelayanan publik daerah. Layanan administrasi kependudukan, perizinan, hingga kesehatan menjadi sektor yang paling sensitif terhadap perubahan pola kerja.

Sejumlah pemerintah daerah mulai mengkaji skema kerja bergilir agar layanan tetap berjalan normal. Skema hybrid dinilai sebagai opsi paling realistis, dengan pembagian hari kerja kantor dan kerja jarak jauh secara bergantian.

Pengamat kebijakan publik menilai keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada kesiapan digitalisasi layanan daerah. Tanpa sistem pelayanan berbasis daring yang kuat, WFH berpotensi memicu keluhan masyarakat.

Efisiensi Anggaran Jadi Latar Belakang

Pemerintah mengakui kebijakan ini tidak lepas dari upaya efisiensi anggaran negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menegaskan kebijakan WFH akan ditetapkan pada Maret 2026 setelah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Efisiensi belanja operasional kantor, konsumsi energi, hingga biaya perjalanan dinas menjadi salah satu pertimbangan utama. Pemerintah tengah menyiapkan berbagai skenario penghematan menyusul ketidakpastian global akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Peluang Baru Dunia Kerja

Di sisi lain, kebijakan ini juga membuka peluang perubahan budaya kerja di Indonesia. Bagi sektor swasta, WFH mingguan bisa menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital sekaligus menekan biaya operasional kantor.

Namun, pelaku usaha masih menunggu detail aturan resmi, terutama terkait fleksibilitas penerapan di masing-masing sektor industri.

Jika berjalan mulus, kebijakan WFH mingguan berpotensi menjadi standar baru dunia kerja Indonesia. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah WFH akan diterapkan, melainkan seberapa siap birokrasi dan dunia usaha menjalankan perubahan besar tersebut. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru