Dalam catatan perusahaan, sebanyak 315.220 kendaraan melintas menuju Jakarta. Angka tersebut melonjak 124,18 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di kisaran 140.611 kendaraan.
Corporate Secretary & Legal JTT Ria Marlinda Paallo menjelaskan, peningkatan volume kendaraan dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke wilayah Jabodetabek setelah libur panjang. Selain itu, kebijakan diskon tarif tol turut berperan mendorong distribusi lalu lintas.
“Lonjakan arus balik juga dipengaruhi pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 30 persen,” ujar Ria dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskon Tarif Tol Dorong Pergerakan Kendaraan
Sebagai bagian dari strategi pengaturan arus balik, JTT kembali memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan dari GT Kalikangkung ruas Batang–Semarang menuju GT Cikampek Utama ruas Jakarta–Cikampek. Program ini berlaku mulai 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selain itu, potongan tarif 23 persen juga masih diterapkan di ruas Batang–Semarang untuk seluruh transaksi sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.
Menurut Ria, kebijakan ini diharapkan dapat menyebarkan volume kendaraan secara lebih merata sekaligus memberi manfaat langsung bagi pengguna jalan tol.
Pergerakan Kendaraan dari Timur Trans Jawa Meningkat
Data periode H-10 hingga H+4 Lebaran (11–25 Maret 2026) menunjukkan 491.285 kendaraan bergerak dari wilayah timur Trans Jawa. Jumlah ini naik 18,08 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 416.056 kendaraan.
Pada shift pertama 26 Maret 2026 saja, tercatat 21.910 kendaraan melintas, melonjak 168,01 persen dari volume normal 8.175 kendaraan.
“Pergerakan arus balik masih berlangsung dan diperkirakan terus meningkat,” kata Ria.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Guna menjaga kelancaran perjalanan, JTT bersama kepolisian sempat menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal di ruas KM 425+800 hingga KM 422 Tol Semarang Seksi A, B, dan C.
Tak hanya arus menuju Jakarta, pergerakan kendaraan ke arah timur juga mengalami peningkatan. Sebanyak 206.785 kendaraan tercatat menuju wilayah timur melalui GT Cikampek Utama, naik 49,77 persen dari kondisi normal.
Lonjakan Terjadi di Sejumlah Gerbang Tol
Kenaikan volume kendaraan terlihat di berbagai gerbang tol sepanjang Trans Jawa:
-
GT Kalikangkung (Jawa Tengah)
-
Keluar Semarang: 217.055 kendaraan (naik 186,61%)
-
Menuju Semarang: 109.523 kendaraan (naik 44,23%)
-
-
GT Banyumanik
-
Menuju Jakarta: 231.980 kendaraan (naik 147,51%)
-
Menuju Solo: 178.097 kendaraan (naik 60,97%)
-
-
GT Warugunung (Jawa Timur)
-
Menuju Jakarta: 161.825 kendaraan (naik 74,83%)
-
Menuju Surabaya: 186.183 kendaraan (naik 86,61%)
-
-
GT Kejapanan Utama
-
Menuju Surabaya: 198.123 kendaraan (naik 59,10%)
-
Menuju Malang: 187.624 kendaraan (naik 62,94%)
-
-
GT Singosari
-
Menuju Surabaya: 112.465 kendaraan (naik 75,34%)
-
Menuju Malang: 100.097 kendaraan (naik 51,35%)
-
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Melihat tingginya arus kendaraan, JTT mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, menyiapkan saldo uang elektronik, serta memastikan kecukupan bahan bakar sebelum memulai perjalanan.
Dengan tren arus balik yang masih meningkat, puncak kepadatan diperkirakan belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah dan operator jalan tol terus menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat. ***(Ant)





