Polisi Gerebek Judi Online di Apartemen Royal Mediterania Medan, 19 Orang Ditangkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sumut memaparkan dan menunjukkan barang bukti judi online beromzet Rp 7 miliar yang beroperasi asi di Apartemen Royal Mediterania di Jalan Palang Merah, Kota Medan di Mapolda Sumut,Senin (26/3/2026).(Dok Polda Sumut )

Polda Sumut memaparkan dan menunjukkan barang bukti judi online beromzet Rp 7 miliar yang beroperasi asi di Apartemen Royal Mediterania di Jalan Palang Merah, Kota Medan di Mapolda Sumut,Senin (26/3/2026).(Dok Polda Sumut )

Kabar Pajajaran – Polisi membongkar praktik judi online di Apartemen Royal Mediterania, Kota Medan, Senin (16/3/2026) malam. Sebanyak 19 orang langsung diamankan dari tiga kamar berbeda.

Direktur Reserse Siber Polda Sumatera Utara, Bayu Wicaksono, menyebut jaringan ini diduga memiliki keterkaitan internasional.

“Masih kami dalami. Ada kemungkinan terhubung dengan jaringan luar negeri,” kata Bayu, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada Tersangka Pernah Bekerja di Kamboja

Polisi menemukan salah satu tersangka pernah bekerja di markas judi online di Kamboja. Temuan ini memperkuat dugaan jaringan lintas negara.

Berawal dari Laporan Warga

Kasus ini terbongkar setelah polisi menerima laporan aktivitas mencurigakan di apartemen tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menggerebek kamar 705.

Di lokasi pertama, polisi menangkap delapan orang dengan peran berbeda:

  • Leader (TL)
  • Operator pengecekan OTP dan link
  • Telemarketing
  • Operator konten

Penggerebekan berlanjut ke kamar 601 dan 1005. Dari dua kamar itu, polisi kembali menangkap 11 orang. Operasi di lokasi tersebut dikendalikan tersangka berinisial BH.

Total 19 tersangka terdiri dari 8 perempuan dan 11 laki-laki.

Omzet Rp7 Miliar Selama Dua Tahun

Polisi menyebut praktik ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Berdasarkan pengakuan tersangka, omzet mencapai Rp7 miliar.

Setiap operator marketing mendapat target deposit pemain minimal Rp1 juta per hari.

Polisi Sita Perangkat Elektronik

Petugas menyita berbagai barang bukti, seperti CPU, laptop, ponsel, router, kartu perdana, hingga dokumen identitas.

Kini seluruh tersangka ditahan. Mereka dijerat Pasal 426 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru