Kabar Pajajaran – Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia terus menguat. Meski bergerak menjauhi Indonesia, sistem ini tetap memicu dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah timur Tanah Air. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Narelle berasal dari Bibit Siklon Tropis 96P yang berkembang menjadi siklon tropis pada 17 Maret 2026. Selanjutnya, sistem tersebut masuk wilayah pemantauan TCWC Jakarta sejak 21 Maret 2026.
Posisi Terbaru Siklon
Berdasarkan analisis pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat pusat siklon berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, sekitar 760 kilometer barat daya Pulau Sabu. Saat ini, siklon bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 20 km/jam sehingga semakin menjauh dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecepatan angin maksimum mencapai 85 km/jam dengan tekanan udara minimum sekitar 985 hPa. Namun demikian, dalam 24 jam ke depan kekuatan siklon diperkirakan meningkat hingga kategori tiga. Bahkan, kecepatan angin maksimum berpotensi mencapai 140 km/jam dengan tekanan udara minimum sekitar 961 hPa.
Dampak Tidak Langsung ke Indonesia
Walaupun pusat siklon menjauh, BMKG menegaskan dampaknya masih terasa hingga 26 Maret 2026. Karena itu, sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat:
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Gelombang Tinggi Mengintai Perairan Selatan
Selain hujan dan angin, aktivitas laut juga menghadapi risiko peningkatan gelombang.
Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di:
- Laut Arafura bagian barat
- Laut Sawu
- Perairan selatan Jawa Timur hingga NTT
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan Bali
Adapun gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTB dan NTT. Oleh sebab itu, pelaku aktivitas laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Siaga
BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terbaru. Selain itu, warga disarankan menghindari pesisir terbuka dan segera mencari tempat aman jika cuaca berubah mendadak.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem secara lebih dini.***(Ant)





