Minyak Dunia Menuju US$128, Bagaimana Nasib Harga BBM di Indonesia?

Senin, 9 Maret 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Minyak Dunia, Harga minyak dunia sempat anjlok tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran hampir selesai. Namun, analis menilai penurunan harga tersebut belum mencerminkan kondisi pasokan energi global yang masih terganggu. (Google)

Ilustrasi Minyak Dunia, Harga minyak dunia sempat anjlok tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran hampir selesai. Namun, analis menilai penurunan harga tersebut belum mencerminkan kondisi pasokan energi global yang masih terganggu. (Google)

Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$128, Ini Potensi Dampaknya pada Harga BBM di Indonesia

Lonjakan harga minyak dunia berpotensi membawa dampak langsung terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Sejumlah analis memperkirakan harga minyak global masih akan melanjutkan kenaikan tajam di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memproyeksikan kontrak minyak Brent Crude Oil berpeluang melonjak ke kisaran US$120 hingga US$128 per barel dalam waktu dekat. Proyeksi ini muncul setelah harga Brent berhasil menembus area resistensi penting di kisaran US$105 hingga US$108 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut analisis tersebut, pola pergerakan harga saat ini menunjukkan terbentuknya runaway gap atau celah kenaikan yang biasanya menjadi sinyal kuat pasar sedang memasuki fase reli besar.

Jika momentum kenaikan terus berlanjut, harga Brent bahkan diperkirakan dapat menuju kisaran US$134 hingga mendekati US$139 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan United States.

Dampak Potensial ke Harga BBM di Indonesia

Kenaikan harga minyak mentah global biasanya akan memengaruhi biaya pengadaan BBM di Indonesia, terutama bagi BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi dan pengolahan.

Jika harga minyak dunia benar-benar menembus kisaran US$120 hingga US$128 per barel, maka tekanan terhadap biaya impor bahan bakar berpotensi meningkat. Kondisi ini bisa berdampak pada potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Sementara itu, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, harga biasanya lebih stabil karena sebagian ditopang oleh subsidi pemerintah.

Namun demikian, lonjakan harga minyak dunia dalam jangka panjang tetap berpotensi menambah beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Risiko Inflasi dan Tekanan Ekonomi

Selain memengaruhi harga BBM, kenaikan minyak dunia juga dapat memicu efek berantai pada berbagai sektor ekonomi. Biaya transportasi, logistik, hingga harga barang kebutuhan pokok berpotensi ikut meningkat.

Situasi ini pernah terjadi saat lonjakan harga energi global pada 2022, ketika harga minyak sempat mendekati US$140 per barel akibat gangguan pasokan global.

Apabila konflik geopolitik di Timur Tengah terus meningkat, pasar energi global berisiko menghadapi volatilitas tinggi yang dapat berdampak luas pada ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi
Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS
BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:20 WIB

BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah

Berita Terbaru

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan publik setelah video siaran langsung di akun TikTok pribadinya viral di media sosial

Bandung Raya

PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH

Senin, 10 Agu 2026 - 17:00 WIB