Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Upaya pencarian terhadap Enok (41), warga Kampung Cijagra RT 02 RW 01, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah empat hari dilakukan pencarian.
Peristiwa bermula pada Senin (2/2/2026) sore, saat Enok beraktivitas di kamar mandi rumahnya yang berada di tepi Sungai Cijagra. Korban diduga hanyut setelah lantai kamar mandi tersebut ambrol dan terseret arus sungai.
Sejak hari pertama kejadian, pencarian dilakukan secara intensif hingga hari keempat, Kamis (5/2/2026), dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Pencarian Warga Hanyut di Sungai Cijagra Dilanjutkan, Tim Sisir Radius Satu Kilometer
Pencarian berakhir setelah korban ditemukan di kolong Jembatan Merah BBS, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis pagi.
Dalam laporannya, Disdamkar dan Penyelamatan Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa tim melakukan penyisiran langsung di area Jembatan Merah BBS menggunakan satu unit perahu karet milik BPBD Kabupaten Bandung.
Hasilnya, pada pukul 10.15 WIB, tim menemukan bagian tubuh yang diduga kaki manusia mengambang di antara tumpukan sampah di kolong jembatan.
“Setelah didekati dan diangkat, ternyata satu jenazah utuh dengan jenis kelamin perempuan,” ungkap tim Disdamkar Kabupaten Bandung dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Waspada Ancaman Sesar Lembang, BPBD Kota Cimahi: Edukasi Mitigasi Tidak Boleh Putus
Untuk memastikan identitas, tim menunggu kedatangan pihak keluarga. Seorang keponakan korban kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Enok, yang selama empat hari terakhir diduga hanyut terbawa arus Sungai Cijagra yang bermuara ke Sungai Citarum.
“Tim langsung mengantarkan jenazah ke rumah duka sekaligus menutup operasi SAR pada pukul 11.15 WIB,” lanjut keterangan tersebut.
Dalam operasi pencarian ini, Disdamkar dan Penyelamatan Kabupaten Bandung menerjunkan satu personel commander dan empat personel rescue.*** (Nalika)
















