24 Truk Bantuan Masuk Cisarua, Mentan Amran Janjikan Penghijauan Permanen di Bandung Barat

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 24 truk bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026). Foto : Istimewa

Sebanyak 24 truk bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026). Foto : Istimewa

Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Sebanyak 24 truk bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).

Kedatangan Mentan Amran Sulaiman bersama Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv disambut Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi bencana.

Amran menjelaskan, bantuan yang dikirim berupa makanan siap saji, beras, serta kebutuhan pokok lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita turun memberi bantuan 24 truk. Rencana awal 100 truk, tetapi karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan makanan siap saji, ditambah beras dan lainnya,” ujar Amran kepada awak media.

Selain bantuan darurat, Kementan juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui program penghijauan kembali di kawasan longsor dan daerah dengan kemiringan curam. Tanaman hortikultura rencananya akan diganti dengan tanaman perkebunan seperti kopi, kelapa, dan alpukat.

“Kita harus berikan solusi permanen. Bersama Komisi IV, kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam menjadi tanaman perkebunan, seperti kelapa, kopi, dan alpukat,” sebutnya.

Amran menambahkan, anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Saat ini pihaknya tinggal menunggu usulan resmi dari Bupati Bandung Barat dan Gubernur Jawa Barat.

“InsyaAllah kita akan bergerak cepat. Karena kalau tidak dilakukan, kejadian seperti ini bisa terulang lagi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan dengan kemiringan tinggi merupakan wilayah rawan bencana. Oleh karena itu, perubahan pola tanam dinilai penting untuk mengurangi risiko longsor sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi warga.

Secara teknis, tanaman perkebunan seperti kopi akan disisipkan di antara tanaman hortikultura agar penghasilan masyarakat tetap berjalan.

“Saran kami, di daerah kemiringan, hortikultura disisip dengan tanaman perkebunan dulu supaya pendapatan tetap ada. Setelah dua sampai tiga tahun kopi berhasil, hortikultura bisa dikurangi dan penghasilannya digantikan dari kopi,” jelasnya.

Kementan, kata Amran, juga siap membantu para petani yang memiliki lahan dan bersedia dialihkan menjadi kawasan hutan tanaman industri. Ia menyebut Presiden telah menginstruksikan pengembangan tanaman perkebunan hingga sekitar 870 ribu hektare di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.

“Khusus wilayah rawan bencana akan kami prioritaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengapresiasi langkah cepat Kementan dalam penanganan bencana.

“Kami Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian, mitra kami yang selalu cepat tanggap terhadap penanggulangan bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi Kementan juga fokus pada bantuan kemanusiaan,” ujar Rajiv. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Berita Terbaru