Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran — Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Jembatan Cijeruk pada awal tahun 2026 ini. Menurut Dadang Supriatna akan banyak jembatan yang akan dibangun di Kabupaten Bandung.
Dalam waktu dekat, setidaknya ada 3 jembatan lain yang akan dibangun oleh Pemkab Bandung, menyusul diresmikannya Jembatan Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang.
Dadang Supriatna menyampaikan bahwa rencana pembangunan tiga jembatan tambahan tersebut akan segera direalisasikan, bahkan proses tender akan mulai dibuka oleh Pemkab Bandung pada pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Sempat Viral karena Ambruk, Jembatan Hijau Cijeruk Kini Resmi Dibuka Kang DS
“Ada 3 jembatan yang akan dibangun setelah ini, minggu depan sudah tender, karena kita akan segera, terutama di daerah Dayeuhkolot dan sekitarnya,” ungkap Dadang.
Terdapat sejumlah persoalan di lapangan, khususnya terkait dengan status dan kewenangan jalan di wilayah sekitar karena status jalan akan menentukan pihak yang memiliki kewenangan dalam melakukan perbaikan maupun perawatan.
Namun, dirinya juga mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat tidak mempersoalkan tentang kewenangan sebuah ruas jalan, mereka hanya menginginkan agar semua infrastruktur yang ada dalam kondisi prima sehingga dapat digunakan dan bermanfaat secara optimal.
“Artinya, saya secara aturan akan mengusulkan apakah ini akan menjadi kewenangan provinsi atau APBN, kalau seandainya ternyata itu tidak dibangun lagi oleh provinsi, maka oleh APBD,” ujarnya.
“Seandainya jalan provinsi tidak dipelihara oleh provinsi, mungkin saya akan usulkan lebih baik dikembalikan lagi ke daerah Kabupaten. Sehingga kami akan lebih fokus untuk menyelesaikan,” tambahnya.
Baca juga: Beckham Putra Jadi Pembeda, Persib Tundukkan Persija 1-0 di GBLA
Ia menegaskan bahwa karena infrastruktur tersebut berada di wilayah Kabupaten Bandung, maka perhatian dan sorotan masyarakat akan tertuju kepada pemerintah yang dipimpinnya.
“Yang jelas teritorinya ada di Kabupaten Bandung, maka nyorotnya ke Kabupaten Bandung,. Tak masalah, itu sudah risiko, yang jelas apapun yang kita lakukan semata untuk masyarakat kabupaten Bandung,” pungkas Dadang.*** (Nalika)





