Pemprov Jabar Siapkan Ratusan Juta Atasi Lampu Merah Terlama di Kota Bandung

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Durasi lampu merah di perempatan Samsat Kiaracondong, segera diatasi Dishub Kota Bandung dengan pendanaan dari Pemprov Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.

Durasi lampu merah di perempatan Samsat Kiaracondong, segera diatasi Dishub Kota Bandung dengan pendanaan dari Pemprov Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti keluhan masyarakat terkait lamanya durasi lampu merah di perempatan Jalan Ibrahim Adjie–Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Perihal kemungkinan pengaturan durasi traffic light di kawasan tersebut dibahas oleh Dedi Mulyadi dalam sebuah pertemuan bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Traffic light di Kota Bandung ada evaluasi gak kira-kira? Di Kota Bandung teh sok lila teuing lampu merahna (di Kota Bandung itu suka terlalu lama lampu merahnya), bisa gak?,” Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah pada Rabu (24/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Operasi Lilin Lodaya 2025: Polisi Sterilisasi Gereja dan Siagakan 481 Personel di Cimahi

Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi menjelaskan bahwa traffic light dengan durasi lampu merah terlama berada di depan Kantor Samsat, tepatnya di perempatan Jalan Ibrahim Adjie–Soekarno Hatta.

Menurut Rasdian, lamanya durasi lampu merah terjadi karena panjangnya antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk, sehingga pengaturan lampu lalu lintas terkadang dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan dengan memprioritaskan antrian terpanjang terlebih dahulu.

“Yang lama itu yang di Samsat Pak, yang pergerakan kendaraan itu kan sampai kurang lebih satu kilometer. Jadi itu 6-7 menit Pak yang perjalanan kalau pagi dari timur ke barat,” jelas Rasdian.

Rasdian mengakui bahwa Kota Bandung tidak kekurangan jumlah traffic light, namun masih memerlukan teknologi tambahan agar pengaturan durasi lampu lalu lintas tidak lagi dilakukan secara manual.

Baca juga: Longsor Tutup Jalan Cadas Pangeran, Kendaraan Bandung–Sumedang Diberlakukan Buka Tutup

Dalam pertemuan tersebut, Rasdian memperkenalkan alat bernama Presence Indicator Detection (PIC) atau pendeteksi indikator kehadiran kendaraan.

“Jadi, intinya di otak saya, kalau yang antriannya cuma 5 mobil, bisa tuh lampunya menyesuaikan. Jadi, padahal antriannya cuma lima tapi nungguaan we sampai jadi banyak di belakangnya, bisa gak?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.

Rasdian menjelaskan bahwa PIC adalah teknologi yang mampu mendeteksi panjang antrean kendaraan dan menyesuaikannya dengan sistem lampu lalu lintas secara otomatis.

“Itu untuk mendeteksi panjang kendaraan, sehingga nanti matching dengan lampu lalu lintas Pak. Jadi nanti kita tidak perlu ada petugas tombolnya dilamain,” tambah Rasdian.

Menanggapi pemaparan tersebut, Dedi Mulyadi menyambut baik pengadaan teknologi PIC dan menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp450 juta.

“Ya sudah tambah, bila perlu beri oleh provinsi Rp450 juta,” ucap Dedi Mulyadi.

PIC diketahui merupakan perangkat tambahan pada lampu lalu lintas yang bekerja dengan mendeteksi keberadaan kendaraan secara real time guna mengoptimalkan arus lalu lintas dan mengurangi waktu tunggu lampu merah.*** (Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru