Longsor Tutup Jalan Cadas Pangeran, Kendaraan Bandung–Sumedang Diberlakukan Buka Tutup

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Material longsor menutup sebagian badan Jalan Cadas Pangeran, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kamis (25/12/2025). Sumber foto: BPBD Sumedang

Material longsor menutup sebagian badan Jalan Cadas Pangeran, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kamis (25/12/2025). Sumber foto: BPBD Sumedang

Kabupaten Sumedang, Kabar Pajajaran — Bencana tanah longsor terjadi di ruas Jalan Cadas Pangeran, Blok Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas dari arah Sumedang menuju Bandung maupun sebaliknya.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sumedang, longsor diduga dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Sumedang. Material longsoran disertai pohon tumbang menutup sebagian badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan sempat terhambat. Hingga laporan terakhir, kondisi terkini menunjukkan pohon yang tumbang telah berhasil ditangani sehingga jalan dapat dilalui kendaraan. Namun, lalu lintas masih diberlakukan sistem buka tutup satu arah karena material longsoran belum sepenuhnya dibersihkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: UMK Jabar 2026 Naik, Kota Bekasi Pegang Rekor Tertinggi

BPBD Kabupaten Sumedang bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan di lokasi kejadian. Pusdalops BPBD menurunkan personel untuk membersihkan pohon yang terbawa longsoran serta melakukan pemantauan di titik rawan guna memastikan keamanan bagi pengguna jalan.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan TNI, Polri, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk menurunkan alat berat dalam rangka pembersihan material longsor. Aparat kepolisian juga melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Sumedang turut mengerahkan personel Pusdalops, mobil tangki untuk pembersihan material, serta sarana penerangan guna mendukung pemantauan di lokasi longsor.

Baca juga: Datangi KPK, Dedi Mulyadi Minta Dukungan Perkuat Mitigasi Bencana Jawa Barat

Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan kejadian ini, di antaranya BPBD, TNI, Polri, SAR Brimob, PJN, PLN, PMI, Tagana, relawan, serta warga sekitar.

BPBD Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi jalur Cadas Pangeran, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi.*** (Radit)

Sumber: BPBD Kabupaten Sumedang

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru