Pemerintah Jamin Layanan BPJS PBI Tetap Berjalan

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rieke Diah Pitaloka, Foto : Sc TVR Parlemen

Rieke Diah Pitaloka, Foto : Sc TVR Parlemen

Jakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga miskin yang iurannya ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat konsultasi DPR bersama sejumlah kementerian terkait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Rapat digelar sebagai respons atas polemik pencoretan sejumlah masyarakat miskin dari kepesertaan PBI JK oleh Kementerian Sosial RI yang memicu keresahan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DPR dan pemerintah sepakat, dalam jangka waktu tiga bulan ke depan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan dan iuran PBI dibayarkan oleh pemerintah,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Selain kesepakatan tersebut, DPR dan pemerintah juga menyetujui beberapa poin penting lainnya. Salah satunya, memaksimalkan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBN 2026 untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

BPJS Kesehatan juga diminta lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi penonaktifan kepesertaan, baik untuk peserta PBI JK maupun PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“DPR dan pemerintah sepakat terus melakukan perbaikan dan mewujudkan ekosistem tata kelola jaminan kesehatan yang terintegrasi menuju data tunggal,” lanjut Dasco.

Sebelumnya, Kementerian Sosial RI melakukan pemutakhiran data berdasarkan desil kesejahteraan yang berujung pada penghapusan kepesertaan PBI JK. Kebijakan ini memicu keresahan, terutama bagi masyarakat miskin dengan penyakit kronis seperti kanker yang membutuhkan akses layanan kesehatan secara rutin.

Anggota Komisi XI DPR RI Rieke Diah Pitaloka turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menegaskan anggaran untuk pembayaran iuran PBI JK telah tersedia dan cukup dalam APBN 2026.

Menurut Rieke, reaktivasi kepesertaan PBI JK perlu segera dilakukan karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Sepakat reaktivasi peserta yang dinonaktifkan. Ini persoalan nyawa. Ada 120.472 penderita penyakit kritis, dikalikan Rp42 ribu selama tiga bulan, hanya sekitar Rp15,179 miliar. Ini bukan uang kita, tapi uang rakyat,” tegas Rieke.

Rapat konsultasi tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, serta Badan Pusat Statistik (BPS). ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru