Sawah Meluas, Produksi Naik Tajam! Panen Padi dan Jagung Jabar Tumbuh Signifikan Sepanjang 2025

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografik Data BPS Jawa Barat menampilkan peningkatan luas panen dan produksi padi, beras, serta jagung sepanjang 2025, termasuk perbandingan antar subround dan proyeksi potensi panen Januari–Maret 2026. Foto: Ilustrasi

Infografik Data BPS Jawa Barat menampilkan peningkatan luas panen dan produksi padi, beras, serta jagung sepanjang 2025, termasuk perbandingan antar subround dan proyeksi potensi panen Januari–Maret 2026. Foto: Ilustrasi

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Kinerja sektor pertanian Jawa Barat menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, luas panen padi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti lonjakan produksi padi, beras, hingga jagung.

Berdasarkan angka tetap 2025, luas panen padi di Jawa Barat mencapai 1,76 juta hektare, naik 0,28 juta hektare atau 18,97 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 1,48 juta hektare.

Perhitungan produksi padi dilakukan melalui metode terintegrasi, menggabungkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) untuk luas panen dan survei ubinan untuk produktivitas padi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Operasi SAR Hari ke-11: Dua Jenazah Kembali Ditemukan di Cisarua, Total 85 Korban Berhasil Dievakuasi

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, menyebut Kabupaten Indramayu menjadi wilayah dengan lahan baku sawah terluas di Jawa Barat.

“Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan lahan baku sawah (LBS) terluas yaitu seluas 126.088 hektare disusul Karawang 100.016 hektare dan Subang 91.797 hektare,” ujar Ninik, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan luas panen terjadi di seluruh periode pengamatan sepanjang 2025.

“Luas panen yang dihasilkan setiap subround mengalami peningkatan pada periode 2025 dibandingkan 2024,” ujarnya.

Peningkatan tertinggi terjadi pada Subround 1, yang melonjak 38,54 persen atau 0,16 juta hektare dibandingkan periode yang sama pada 2024. Sementara itu, Subround 2 meningkat 10,72 persen atau 0,06 juta hektare, dan Subround 3 naik 12,26 persen atau 0,05 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Sekda KBB Ungkap Kendala Identifikasi Korban Longsor Pasirlangu: Banyak Keluarga yang Tidak Memiliki Sanak Saudara Lagi

Untuk awal 2026, potensi luas panen padi pada periode Januari–Maret diperkirakan mencapai 0,42 juta hektare, meningkat 0,07 juta hektare atau 20,89 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2025 sebesar 0,35 juta hektare. Angka tersebut diperoleh dari hasil amatan fase tanaman padi melalui Survei KSA Desember 2025.

Dari sisi produksi, padi Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 1,60 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut berdampak langsung pada produksi beras.

“Berdasarkan angka tetap 2025, produksi beras di Jawa Barat sebesar 5,91 juta ton beras dimana mengalami peningkatan 0,92 juta ton atau 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak dari peningkatan produksi padi yang terjadi,” lanjut Ninik.

Sementara itu, potensi produksi beras Jawa Barat selama periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 1,43 juta ton, meningkat 0,26 juta ton atau 22,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca juga: Segera Daftar! Registrasi Inacraft Digital Excellence Award 2026 Ditutup 4 Februari Mendatang

Panen Jagung Ikut Tumbuh

Tak hanya padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan hasil Survei KSA Jagung, luas panen jagung pipilan sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 108,67 ribu hektare, naik 30,67 ribu hektare atau 39,33 persen dibandingkan 2024.

“Puncak panen jagung pipilan pada 2025 terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen sebesar 16,32 ribu hektare. Sama halnya dengan puncak panen pada 2024 yang terjadi di bulan Maret, dengan luas panen sebesar 15,31 ribu hektare,” ujar Ninik.

Adapun potensi luas panen jagung pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 42,60 ribu hektare, meningkat 2,18 ribu hektare atau 5,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka ini merupakan estimasi potensi berdasarkan hasil KSA Jagung Desember 2025, dengan asumsi seluruh standing crop dipanen dalam bentuk pipilan.*** (Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027
Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka
Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu
Pemkab Majalengka Percepat Revitalisasi 323 Sekolah, Tunggu Persetujuan Pusat
Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 08:42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Kamis, 16 April 2026 - 09:19 WIB

Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Rabu, 15 April 2026 - 19:36 WIB

Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka

Berita Terbaru