Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar titik koordinat gempa tektonik yang terjadi di Sukabumi-Bogor pada Kamis (15/10/2026) sore(Dokumentasi BMKG)

Tangkapan layar titik koordinat gempa tektonik yang terjadi di Sukabumi-Bogor pada Kamis (15/10/2026) sore(Dokumentasi BMKG)

KABAR PAJAJARAN – Gempa Bogor dan Sukabumi mengguncang wilayah Jawa Barat pada Kamis (15/10/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh kejadian gempa dengan magnitudo 1,6 hingga 4,1. Rangkaian gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan ringan pada puluhan bangunan di kedua kabupaten.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa dua gempa utama terjadi dalam rentang waktu kurang dari 10 menit. Gempa pertama memiliki magnitudo 3,5 pada pukul 17.49 WIB, kemudian gempa bermagnitudo 4,1 menyusul pada pukul 17.58 WIB.

BMKG juga mencatat lima gempa susulan dengan magnitudo 1,6 hingga 2,4 hingga Jumat (16/10/2026) pukul 01.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG Catat Tujuh Gempa di Bogor dan Sukabumi

Suaidi menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal di wilayah Jawa Barat.

Namun, BMKG masih membutuhkan analisis lebih lanjut untuk memastikan sesar yang menjadi sumber gempa. Analisis tersebut mencakup lokasi hiposenter dan mekanisme sumber gempa.

“Secara tektonik gempa-gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal, namun untuk memastikan sesar mana yang menjadi sumbernya diperlukan analisis lokasi hiposenter dan mekanisme sumber secara lebih detail,” kata Suaidi dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan analisis awal BMKG, kedua gempa utama tergolong gempa dangkal karena pusatnya berada pada kedalaman relatif rendah.

Gempa bermagnitudo 3,5 memiliki episenter di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 9 kilometer. Sementara itu, gempa bermagnitudo 4,1 berpusat di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.

Gempa Bogor dan Sukabumi Rusak Puluhan Bangunan

Selain mengguncang permukiman, gempa Bogor dan Sukabumi juga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan. Laporan masyarakat mencatat kerusakan di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, serta wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Di Kabupaten Bogor, warga melaporkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Desa Purwabakti. Rinciannya meliputi sembilan bangunan di RT 01/RW 09, Dusun 4; satu bangunan di RT 02/RW 05, Dusun 5; satu bangunan di RT 04/RW 05, Dusun 5; serta tiga bangunan di RT 02/RW 10, Dusun 5.

Data laporan yang tersedia juga mencantumkan satu bangunan di RT 01/RW 09, Dusun 4. Karena lokasi tersebut muncul dua kali dalam rincian laporan, jumlah akhir kerusakan di Bogor perlu mengacu pada verifikasi data lapangan.

Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, laporan mencatat 17 bangunan mengalami kerusakan ringan di wilayah RT 007, 018, dan 019/RW 007, Desa Tugubandung dan Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan. Dua bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan di RT 002/RW 006, Desa Tugubandung.

BMKG: Gempa Susulan Bukan Pertanda Pasti Gempa Besar

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap rangkaian gempa sebagai tanda bahwa gempa yang lebih besar akan segera terjadi.

Suaidi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan hingga kini belum mampu memprediksi secara tepat waktu, lokasi, dan magnitudo gempa bumi.

“Rangkaian gempa tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai pertanda akan terjadi gempa bumi yang lebih besar. Dalam ilmu kegempaan, hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa besar magnitudonya,” ujarnya.

Menurut Suaidi, secara statistik suatu gempa memang dapat diikuti gempa dengan magnitudo lebih besar. Namun, kemungkinan tersebut tidak berarti gempa besar pasti terjadi.

Karena itu, masyarakat perlu tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Warga juga perlu memeriksa kondisi bangunan dan lingkungan tempat tinggal untuk memastikan keamanannya setelah gempa.

BMKG Pantau Aktivitas Gempa di Jawa Barat

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat. Jika menemukan perkembangan signifikan, lembaga tersebut akan menyampaikan informasi melalui kanal resminya.

Suaidi meminta masyarakat mengutamakan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Warga juga perlu menyiapkan langkah mitigasi, seperti mengenali jalur evakuasi, mengetahui lokasi aman, serta memeriksa potensi kerusakan pada bangunan setelah guncangan.

Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan tanpa harus panik menghadapi rangkaian gempa yang terjadi di Bogor dan Sukabumi.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman
Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya
Pemprov Jabar Perkuat Perlindungan Pekerja, 13.044 Orang Terdampak PHK

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman

Berita Terbaru