BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Polisi menangkap pemuda berinisial G (18) setelah dia mengemudikan Toyota Harrier secara ugal-ugalan di Jalan Leuwidulang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Polisi menduga G mengemudi setelah mengonsumsi obat keras terbatas (OKT). Aksi tersebut membuat warga resah karena pengemudi melaju secara tidak terkendali hingga menabrak tembok.
Kapolsek Majalaya Kompol Asep Dedi menjelaskan, warga melaporkan kejadian tersebut melalui WhatsApp pengaduan Kapolsek sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis, 24 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan dari warga ada mobil yang ugal-ugalan dan menabrak tembok dan pejalan kaki. Namun, karena (pejalan kaki) menghindar, tidak ada yang tertabrak,” kata Asep saat memberikan keterangan.
Polisi Mendatangi Lokasi Kejadian
Setelah menerima laporan, Kapolsek Majalaya langsung mengerahkan anggota piket fungsi menuju Jalan Leuwidulang.
Petugas kemudian menemukan G bersama Toyota Harrier warna hitam dengan nomor polisi D 1582 VZI.
Polisi juga melihat sejumlah lecet pada bagian luar bodi mobil. Gesekan dengan material di sekitar jalan diduga menyebabkan kerusakan tersebut.
Petugas lantas membawa G ke Mapolsek Majalaya untuk menjalani pemeriksaan.
“Selanjutnya piket reskrim ke TKP dan mengamankan orang tersebut dan dibawa ke Polsek Majalaya,” ujar Asep.
Warga Nyaris Menjadi Korban
Laporan warga menyebut pengemudi Toyota Harrier tersebut melaju secara ugal-ugalan di Jalan Leuwidulang.
Seorang pejalan kaki juga hampir terkena kendaraan tersebut. Namun, pejalan kaki itu berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka.
Aksi tersebut juga membuat kendaraan menabrak tembok di sekitar lokasi. Polisi kemudian bergerak setelah menerima laporan masyarakat.
Pengemudi Mengaku Minum Calmlet
Saat memeriksa G di Mapolsek Majalaya, polisi menemukan informasi mengenai dugaan konsumsi obat keras.
Dalam pemeriksaan, G mengaku mengonsumsi OKT jenis Calmlet sebelum mengemudikan mobil.
“Setelah dicek, mengakui telah meminum OKT (Calmlet),” tutur Asep.
Pengakuan tersebut membuat polisi melanjutkan pemeriksaan terhadap G untuk mendalami penggunaan obat dan kondisi pengemudi saat mengendarai mobil.
Polisi Lanjutkan Pemeriksaan
Polisi masih memeriksa G untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap.
Petugas juga menyimpan Toyota Harrier sebagai barang bukti untuk mendukung proses pemeriksaan.
Polisi selanjutnya akan menentukan langkah hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang mereka temukan dalam kasus tersebut. ***(Chq)





