Darurat Sampah Mengintai Bandung, Babakan Ciparay dan Gedebage Jadi Sorotan

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Bandung, Muhammad Farhan

Walikota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Bandung mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas berbagai inovasi pengelolaan sampah di sejumlah wilayah. Namun, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui masih ada kecamatan yang menghadapi tantangan serius dalam menangani persoalan sampah.

Farhan menyampaikan hal itu seusai menghadiri Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (24/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jabar memberikan penghargaan kepada Pemkot Bandung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sejumlah camat dan lurah yang berhasil mendorong masyarakat mengelola sampah secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menangani sampah. Kolaborasi tersebut berjalan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga rumah tangga.

Sejumlah wilayah yang menerima penghargaan antara lain Kecamatan Arcamanik, Rancasari, Coblong, Bandung Wetan, Cicendo, dan Buahbatu.

Sementara itu, penghargaan juga diberikan kepada Kelurahan Cisaranten Endah, Cisaranten Bina Harapan, Sukamiskin, dan Cisaranten Kulon.

Farhan berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan. Dia justru ingin capaian itu mendorong wilayah lain untuk memperkuat pengelolaan sampah di lingkungannya.

“Yang lain jangan mau kalah. Kalau yang lain sudah mendapat penghargaan, maka kita semua harus menggalang semangat supaya prestasi itu bisa diraih bersama,” kata Farhan.

Babakan Ciparay dan Gedebage Masih Kewalahan

Di tengah keberhasilan sejumlah wilayah, Farhan mengakui Pemkot Bandung masih menghadapi persoalan serius di beberapa kecamatan.

Dia secara khusus menyoroti Kecamatan Babakan Ciparay dan Gedebage. Menurut Farhan, kedua wilayah tersebut membutuhkan perhatian lebih karena menghadapi tantangan besar dalam mengelola volume sampah.

“Yang paling berat Babakan Ciparay masih berat. Gedebage juga tidak ringan sama sekali,” ujarnya.

Farhan menyebut kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor yang membuat pengelolaan sampah di sejumlah wilayah semakin kompleks. Semakin banyak penduduk, semakin besar pula volume sampah yang harus ditangani setiap hari.

Karena itu, Pemkot Bandung tidak ingin hanya mengandalkan keberhasilan wilayah yang sudah mampu mengelola sampah secara mandiri. Pemerintah juga akan mendampingi kecamatan dan kelurahan yang masih mengalami kesulitan.

Pemkot Bandung berencana memperkuat kemampuan sumber daya manusia yang menangani sampah di tingkat kewilayahan. Pemerintah juga akan meningkatkan dukungan sarana dan prasarana pengolahan sampah.

Selain itu, setiap wilayah akan didorong untuk mengembangkan inovasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Pilah Sampah dari Rumah Jadi Kunci

Farhan menilai keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada peran wilayah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Camat, lurah, pengurus RW, dan pengurus RT memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, pemerintah dapat memperkuat kebiasaan tersebut melalui pengembangan bank sampah dan penggunaan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kota. Justru kekuatannya ada di kewilayahan, bagaimana lurah, camat, RW, dan masyarakat bersama-sama membangun budaya baru dalam mengelola sampah,” tutur Farhan.

Pemkot Bandung berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat memperbaiki pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga tempat pengolahan akhir.

Dengan membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya, pemerintah menargetkan setiap wilayah mampu mengurangi beban sampah sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer
DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu
Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat
Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka
Bandung Kembali Rawan Begal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Kejar Pelaku Kejahatan Jalanan
Bandara Husein Resmi Berganti Nama, Bandung Siapkan Penerbangan ke 10 Destinasi
ASN Bandung Barat Jadi Tersangka Korupsi Hibah Rp1,5 Miliar, Pemkab Hentikan Gaji dan Nonaktifkan Jabatan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

Darurat Sampah Mengintai Bandung, Babakan Ciparay dan Gedebage Jadi Sorotan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00 WIB

DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Berita Terbaru