KABAR PAJAJARAN– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan masyarakat dapat memanfaatkan fenomena Matahari yang berada tepat di atas Mekkah pada 15-17 Juli 2026 untuk memeriksa sekaligus mengkalibrasi arah kiblat secara mandiri.
Fenomena ini berlangsung pada Rabu (15/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026). Pada waktu tertentu, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat dengan tingkat akurasi tinggi.
BMKG menjelaskan, fenomena tersebut terjadi ketika posisi semu Matahari berada di titik zenit Mekkah. Kondisi itu membuat bayangan benda tegak mengarah tepat ke kiblat sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai acuan salat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jadwal Pengamatan di Indonesia
Untuk wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, pengamatan dilakukan pada 15-17 Juli 2026 pukul 16.27 WIB.
Sementara itu, masyarakat di Indonesia bagian timur menggunakan fenomena Matahari saat berada di titik antipoda Kabah yang terjadi pada waktu berbeda, yaitu 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT.
Pakar astronomi BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan masyarakat masih bisa melakukan pengamatan sekitar lima menit sebelum hingga lima menit setelah waktu puncak.
Matahari Bukan Tepat di Atas Bangunan Kabah
Thomas menjelaskan secara astronomi Matahari sebenarnya berada tepat di atas Kota Mekkah, bukan persis di atas bangunan Kabah.
Ia menerangkan kemiringan sumbu rotasi Bumi menyebabkan posisi semu Matahari bergerak ke utara hingga sekitar 22 Juni, kemudian bergeser kembali ke selatan hingga sekitar 22 Desember.
Saat lintang Matahari sejajar dengan lintang Mekkah pada pertengahan Juli, Matahari tampak tepat berada di atas wilayah tersebut.
Thomas menegaskan fenomena ini tidak mengubah arah kiblat. Sebaliknya, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memastikan kembali arah kiblat yang sebelumnya ditentukan menggunakan kompas atau perkiraan.
Cara Mengukur Arah Kiblat
BMKG meminta masyarakat menyiapkan tongkat atau benda lurus yang berdiri tegak di atas permukaan datar.
Langkah berikutnya cukup sederhana:
- Sesuaikan waktu dengan jadwal resmi BMKG.
- Letakkan tongkat secara tegak lurus.
- Amati bayangan sekitar lima menit sebelum hingga lima menit setelah pukul 16.27 WIB.
- Tarik garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis tersebut menunjukkan arah kiblat bagi wilayah Indonesia bagian barat.
BMKG juga menyarankan masyarakat melakukan pengamatan saat cuaca cerah, lokasi tidak tertutup bayangan bangunan, dan menggunakan waktu yang telah disinkronkan dengan jam resmi. ***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

