BANDUNG BARAT, KABAR PAJAJARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah pencegahan kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, selama musim kemarau. Pengelola meningkatkan pengawasan karena suhu udara yang lebih tinggi dapat memicu kebakaran pada timbunan sampah yang menghasilkan gas metana.
DLH Jabar Tata Ulang Timbunan Sampah
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk menata kembali timbunan sampah. DLH juga menambah alat berat agar petugas bisa meratakan sampah lebih cepat dan lebih efektif.
Petugas kemudian menutup permukaan timbunan menggunakan tanah. Cara ini membantu menyebarkan gas metana sehingga tidak terkumpul pada satu titik sekaligus mengurangi potensi munculnya api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arief menegaskan seluruh petugas memprioritaskan penataan timbunan sampah di zona perluasan atau Zona 5 karena kawasan itu menerima kiriman sampah dari Bandung Raya setiap hari.
Pengelola Belajar dari Kebakaran Tahun 2023
Pengelola TPA Sarimukti menjadikan kebakaran besar pada Agustus 2023 sebagai bahan evaluasi. Saat itu, api melahap zona lama yang sudah tidak beroperasi dan memaksa pemerintah menetapkan status darurat hingga September 2023.
Pengalaman tersebut mendorong DLH Jawa Barat memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Petugas Siagakan Hidran dan Peralatan Pemadam
Pengelola TPA Sarimukti menyiagakan jaringan hidran, alat pemadam api ringan, dan peralatan pemadam berkapasitas besar di sejumlah titik.
Seluruh fasilitas itu mempercepat respons petugas apabila muncul titik api sehingga mereka bisa mencegah api menyebar ke area lain.
Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran
Sampah organik terus menghasilkan gas metana selama proses pembusukan. Ketika musim kemarau membuat kondisi sampah semakin kering, gas tersebut lebih mudah memicu kenaikan suhu di dalam timbunan.
Arief mengakui DLH Jawa Barat belum mengukur secara pasti kandungan gas metana di zona perluasan. Meski begitu, petugas tetap menjalankan berbagai langkah pencegahan karena cuaca panas meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari juga dapat memicu percikan api ketika kondisi sampah sangat kering.
Karena itu, petugas menutup timbunan sampah menggunakan tanah agar mereka bisa mengurangi peluang munculnya sumber api di permukaan landfill.
DLH Gandeng Damkar dan Edukasi Pemulung
DLH Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Tim gabungan menggelar simulasi penanganan kebakaran, memberikan pelatihan kepada petugas lapangan, serta mengedukasi para pemulung mengenai bahaya api di kawasan TPA.
Petugas juga meminta para pemulung tidak merokok atau menyalakan api di area pembuangan sampah. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila percikan api bertemu gas metana yang keluar dari timbunan sampah.
DLH Jawa Barat berharap seluruh pekerja, pemulung, dan pihak terkait mematuhi prosedur keselamatan agar operasional TPA Sarimukti tetap aman sepanjang musim kemarau.***(Chq)





