Seskab Teddy Jelaskan Kenaikan Pertamax ke Rp 16.250, Klaim Masih Termurah di ASEAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Teddy Jawab Kritik Kunker Prabowo: Diplomasi Harus Diukur dari Hasil, Bukan Frekuensi Perjalanan" Baca selengkapnya di: https://indonesia.jakartadaily.id/nasional/69317199846/teddy-jawab-kritik-kunker-prabowo-diplomasi-harus-diukur-dari-hasil-bukan-frekuensi-perjalanan

JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Menurut Teddy, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi sehingga penetapan harganya mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

Melalui keterangan yang diunggah Sekretariat Kabinet pada Sabtu (13/6/2026), Teddy menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi untuk Pertamax. Karena itu, penyesuaian harga menjadi konsekuensi ketika harga minyak global mengalami kenaikan.

“Pertamax adalah BBM nonsubsidi, sehingga harganya harus mengikuti harga minyak dunia,” ujar Teddy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Sudah Menahan Kenaikan Harga

Teddy mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah menahan penyesuaian harga Pertamax selama beberapa bulan terakhir. Meski harga minyak dunia terus meningkat sejak Maret 2026, pemerintah memilih tidak langsung menaikkan harga BBM tersebut.

Menurutnya, langkah itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tekanan ekonomi. Namun, pemerintah akhirnya memutuskan melakukan penyesuaian harga setelah mempertimbangkan perkembangan pasar energi global.

“Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan,” kata Teddy.

Harga Pertamax Dinilai Masih Kompetitif

Selain menjelaskan faktor harga minyak dunia, Teddy juga membandingkan harga Pertamax dengan BBM beroktan setara RON 92 hingga RON 95 di sejumlah negara Asia Tenggara.

Berdasarkan data Sekretariat Kabinet, harga BBM dengan spesifikasi serupa di beberapa negara ASEAN masih berada di atas harga Pertamax di Indonesia. Di Filipina, harga BBM RON 92/95 mencapai Rp22.158 per liter. Laos mencatat harga Rp31.945 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, dan Singapura Rp42.971 per liter.

Teddy menilai perbandingan tersebut menunjukkan harga Pertamax di Indonesia masih relatif kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga.

Pertamax Naik, BBM Subsidi Tetap

PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax pada 10 Juni 2026. Harga BBM nonsubsidi itu naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara itu, pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga BBM subsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap berada di level Rp6.800 per liter.

Berikut perbandingan harga BBM RON 92/95 di sejumlah negara ASEAN:

  • Indonesia: Rp16.250 per liter
  • Filipina: Rp22.158 per liter
  • Laos: Rp31.945 per liter
  • Thailand: Rp28.910 per liter
  • Myanmar: Rp25.085 per liter
  • Singapura: Rp42.971 per liter
Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru