Pengguna Pertamax Harus Tahu, Harga BBM Ini Mendadak Melonjak Mulai 10 Juni

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mesin Pompa BBM (Dok Pertamina)

Ilustrasi Mesin Pompa BBM (Dok Pertamina)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Selasa (10/6/2026). Kenaikan tersebut berlaku di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan mengambil keputusan tersebut setelah melakukan evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertamina Pertimbangkan Harga Minyak Dunia

Roberth menjelaskan, Pertamina Patra Niaga lebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah sebelum menetapkan harga baru kedua produk BBM tersebut.

Perusahaan juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian dalam proses evaluasi.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth dalam keterangan resminya.

Menurut dia, perusahaan menjalankan mekanisme evaluasi berkala untuk menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat.

Harga BBM Lain Tidak Berubah

Meski menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina tetap mempertahankan harga sejumlah produk BBM lainnya.

Pertamax Turbo (RON 98) masih dijual Rp20.750 per liter. Kemudian Dexlite (CN 51) tetap berada di harga Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) masih dibanderol Rp24.800 per liter.

Di sisi lain, pemerintah dan Pertamina juga tetap menjaga harga BBM bersubsidi. Masyarakat masih bisa membeli Pertalite seharga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman

Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU tetap aman. Perusahaan juga terus menjaga kelancaran distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Roberth menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Pertamax maupun Pertamax Green di SPBU.

“Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi penyesuaian terbaru yang dilakukan Pertamina pada Juni 2026. Kebijakan tersebut mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar energi global.***

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Antaranews

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru